Senin, 01 Agustus 2011

"AKU ENGGAK MAU PAKAI BAJU!"

Betapapun sulitnya memakaikan baju pada si batita, hindari pemaksaan.
"Cepat dong pakai bajunya Sayang. Mama kan mau kerja," ujar seorang ibu pada anak batitanya. Bukannya menurut, si kecil malah berlari keluar. Si ibu makin mangkel. Akhirnya, dia menarik si anak masuk ke dalam rumah dan memakaikan baju dengan paksa. Memang ada saja ulah si batita yang di luar harapan. Salah satunya sulit dipakaikan baju. Pada situasi yang tidak menguntungkan, karena orang tua sedang terburu-buru pergi ke kantor katakanlah, pemaksaan terkadang tak terhindarkan. Padahal tindakan tersebut, meskipun akhirnya membuat anak menurut, secara psikologis tidak dianjurkan.
Lebih baik, cari tahu apa yang menjadi penyebab si kecil tak mau dipakaikan baju. Tanyakan kenapa dia tidak mau pakai baju. Jawaban atau isyarat si kecil bisa dijadikan landasan mengatasi masalah.

* Baju tidak nyaman
Dapat saja bajunya kekecilan atau terbuat dari bahan yang tidak nyaman, menimbulkan rasa gatal atau gerah. Kalau sudah begitu, wajar kalau anak malas memakainya. Penolakan yang lebih "hebat" bisa terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif karena ia bukan saja tidak merasa nyaman namun juga merasa tersiksa kala mengenakannya.
Lantaran itu, kenyamanan merupakan syarat penting dalam memilih baju bagi si kecil. Jangan gara-gara harga murah, kita langsung membeli tanpa memperhitungkan faktor lain. Baju dari bahan katun adalah alternatif yang baik.

* Perilaku negativistik
Mungkin saja anak tidak memiliki alasan. Ini berarti si kecil sedang ingin menunjukkan kemandirian, ingin menunjukkan bahwa sayalah yang punya kontrol pada diri saya sendiri. Apapun yang saya lakukan berdasarkan apa yang saya mau. Inilah yang disebut dengan fase negativistik atau fase otonomi diri yang biasa terjadi pada masa batita.
Menghadapi perilaku ini, orang tua perlu bersabar. Coba jelaskan gunanya memakai baju. "Baju itu kan untuk melindungi tubuh Adek dari panas matahari, kalau Adek enggak mau pakai baju nanti kepanasan dong," misalnya.
Biasanya penjelasan yang sederhana dan secara terus menerus akan mengubah perilakunya, dari tidak mau menjadi mau.
 
* Meniru
Jika anak sering melihat orang di sekitar rumah tidak memakai baju, bisa saja ia menirunya. Katakanlah, si kakak hobi mengenakan celana pendek dengan bertelanjang dada. Karena batita masih senang sekali meniru, ia bisa saja berpikir "Wah enak kali ya kalau cuma pakai celana pendek kayak Kakak," misalnya.
Atasi dengan penjelasan mengapa si kakak melakukan hal itu. "Kakak merasa gerah sehabis pulang sekolah. Jadi untuk sementara enggak pakai baju dulu. Adek gerah tidak? Tidak kan." Selanjutnya, mau tak mau "si pemberi contoh" harus mengubah perilakunya, terutama bila di depan si kecil. Kalaupun ingin bertelanjang dada sesekali hendaknya tidak terlalu lama atau tidak sambil melakukan sesuatu.
 
* Ingin mendapat perhatian
Sewaktu anak kabur kala dipakaikan baju lalu kita mengejarnya, bisa jadi ia menikmati momen tersebut karena merasa diperhatikan. Apalagi bagi si kecil yang jarang memiliki kesempatan bermain bersama orang tuanya, saat-saat seperti itulah dijadikan kesempatan untuk mendapat perhatian. Sayang banyak orang tua yang tidak menyadari sehingga naik pitam dan justru memarahinya.
Sebaiknya, ladeni saja apa yang diinginkan anak. Sebenarnya ia mau memakai baju tapi perlu dibujuk. Hubungan erat yang terjalin antara orang tua dan anak ­ seperti saat bermain kejar-kejaran seperti itu- akan memengaruhi pertumbuhan kepribadiannya secara positif. Tentu waktu kejar-kejarannya perlu dibatasi. Jangan sampai anak terlalu lama tidak mengenakan baju.
 
* Ingin buru-buru main
Karena tidak sabar untuk segera bermain, seusai mandi bisa saja anak langsung berlari untuk bergabung bersama teman sebayanya. Dia juga memiliki kekhawatiran kalau terlalu lama memakai baju, teman-teman akan keburu pergi.
Kalau sudah begitu, berilah penjelasan simpel. "Adek kalau mau main harus pakai baju dulu. Kalau digigit semut bagaimana?"
Bila perlu, pakaikan bajunya di dekat teman-temannya yang sedang bermain untuk menunjukkan dia tidak akan ditinggal pergi. Katakan, "Malu lo kalau tidak pakai baju. Yang lain saja pakai baju, masa Adek sendiri yang enggak pakai baju."
 
BERI PILIHAN
Kalaupun upaya-upaya tersebut belum berhasil, tetap hindari pemaksaan. Apalagi menggunakan tindakan-tindakan kasar. Biarkan saja ia telanjang sejenak. Saat anak sudah merasa tidak nyaman karena bertelanjang, baru bujuk ia kembali untuk memakai baju.
Kiat lain yang diberikan adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk memilih pakaian yang ingin dikenakan. Hal ini terutama cocok untuk kasus si kecil yang negativistik karena dengan begitu ia merasa dihargai. Tawarkan secara langsung, "Baju mana yang ingin Adek pakai?" sambil menunjukkan baju-baju yang ada di lemari. Hindari kalimat, "Yuk pakai baju. Pilih sendiri di lemari!" Kalimat seperti ini tidak efektif karena anak batita masih perlu pengarahan yang lebih konkret.
Bisa juga, si kecil tinggal menentukan pilihan dari beberapa alternatif baju yang sebelumnya telah kita siapkan. Hal ini dapat menghindari risiko "salah pilih". Di sore hari, katakanlah, baju daster akan lebih nyaman ketimbang baju terbuka karena menjelang malam umumnya udara akan lebih dingin.
 
Cara-cara tadi, lanjut Vera, secara tidak langsung dapat merangsang kecerdasan anak dalam menentukan keputusan. Menentukan keputusan kan harus melalui proses berpikir sehingga otak anak pun ikut bekerja. Meskipun sangat sederhana namun hal ini sangat baik untuk perkembangan kecerdasannya.
Yang lebih penting, anak merasa dihargai. Dari situ diharapkan pertumbuhan kepribadian si kecil menjadi positif dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.
*** Irfan Hasuki. Foto: Iman/nakita

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk menghilangkan kecanduaan & kebiasaan buruk , klik link di bawah ini.....} 
Sumber : www.gelombangotak.com/menghilangkan_kecanduan_alkohol_merokok.htm

5 komentar:

  1. yth. author

    anak saya Raffa (3th) sangat sulit memakai baju. entah itu baju baru, baju lama, apalagi baju resmi dan seragam (karena dia sudah mulai sekolah di playgroup). dia selalu pilih2 dengan baju. jika untuk kegiatan sehari2 dirumah, ok2 saja dia pakai baju pilihannya. cuma, kalau sedang di acara resmi, apalagi sekolah, bagaimana membujuknya, dia selalu ngamuk kalau pakai seragam. sedangkan kalau dibiarkan pakai pakaian bebas, takut nantinya kebiasaan.
    mohon sarannya. terimakasih banyak.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Bun, anak saya juga enggay mau pakai seragam sekolah.. hari2 sekolah selalu pakai baju bebas padahal sudah 5 tahun lebih masih enggak mau pakai seragam sekolah

      Hapus
  2. kadang si kecil engga mau pakai baju, setelah aku baca ternyata banyak cara supaya si kecil mau pake baju loh.

    BalasHapus
  3. Anak saya juga begitu....pakai baju baru g mau.bilang nya mau pke jelek saja.pke seragam jg g mau...sudah berbagai bujukan g mau jg...

    BalasHapus
  4. Anak usia saya2 thun sehat jas mani dan rohani diya sellu gk mau pakai baju maupun celana.. itu di lakukan setiep hari siang malam mau tidur juga sehabis mandi.. tipsnya dong apa anak sya ada kelainan.. sya sudah cobo sedemikin rupa ttpi anak saya ttp gk mau... Smpe diu nangis berjam2 di lakukanya klo baju /celana ada di tubuhnya.

    BalasHapus