Selasa, 02 Agustus 2011

AYAHKU WARTAWAN, AYAHMU APA?

Dengan mengenal profesi orang tua, anak jadi lebih mengerti dunia ayah-ibunya. Wawasannya juga jadi lebih terbuka.
“Mama sama Papa pulangnya, kok, selalu malam, sih?" Pertanyaan-pertanyaan ini tak bakalan terjadi kalau anak sudah dibekali pemahaman tentang profesi orang tuanya. Ia juga bisa menjawab dengan tepat kalau ada yang bertanya, "Kerja ibumu di mana? Jadi apa?"
Itulah mengapa, ada baiknya sejak dini orang tua mengenalkan profesi atau pekerjaannya kepada si kecil. Hanya saja, jangan harap si kecil langsung paham dan tak banyak bertanya lagi. Maklum, pemahamannya masih terbatas. Lain halnya bila ia sudah agak besar, walaupun seringkali masih ada gap antara kognisi dan perasaannya.
"Itu karena anak tahu secara logika orang tuanya harus bekerja mencari uang, tapi di sisi lain perasaannya menolak, karena ia ingin selalu dekat dengan ayah dan ibunya. Tak heran bila anak tetap saja complain tentang ayah-ibunya yang pulang malam atau jarang ada di rumah," ungkap Rosdiana S. Tarigan, M.Psi., MHPEd., dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

MANFAAT YANG DIPETIK
Banyak manfaat yang bisa diambil jika anak mengenal profesi orang tuanya ataupun profesi orang-orang di sekelilingnya. Justru rugi kalau tak dikenalkan. "Biasanya orang tua bersikap seperti ini karena dua hal, yaitu merasa tak perlu melibatkan kehidupan mereka pada anak dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada sekolah, atau karena orang tua menganggap anaknya belum cukup umur untuk tahu hal itu."
Walaupun masih harus disesuaikan dengan porsinya, dengan mengenal profesi orang tua, anak akan mengerti kalau ayah dan ibu punya kehidupan lain di luar rumah yang penting dan tak selalu mulus. Kala ibu pulang kantor dengan wajah cemberut, anak akan mengerti mungkin tadi ada yang salah di kantor atau banyak pekerjaan. Namun, pemahaman si kecil tak bisa dijadikan alasan bagi orang tua untuk tidak meluangkan waktu baginya. Kalau ayah atau ibu pulang terlambat, misalnya, mintalah maaf. Setelah itu, usahakan untuk menyediakan waktu lebih banyak.
Dengan mengenal profesi orang tua, anak juga belajar mengenal tanggung jawab. Misal, mengapa ibu dan ayahnya harus berangkat kantor pagi-pagi, sebab kalau tidak akan terlambat sampai ke kantor. Bila anak bertanya, orang tua bisa menjelaskan bahwa ada aturan yang harus ditaati, atau ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Bila terjadi sesuatu pada diri anak, seperti terlepas di mal, maka informasi yang diberikan anak tentang dimana ayah-ibunya bekerja dapat sangat membantu. Yang paling penting diketahui anak adalah alasan orang tuanya pergi bekerja dan meninggalkannya di rumah. Misalnya karena mencari uang dan mengamalkan ilmu yang sudah didapat di sekolah. Jadi, bukan sekadar mengenalkan kegiatan seputar profesi dosen, dokter, pilot, dan lainnya. Dengan begitu, anak terhindar dari berpikir yang tidak-tidak. Ia akan mengerti orang tuanya pergi bukan untuk bersenang-senang sendiri dan merasa aman karena tahu mereka akan kembali lagi ke rumah.

CARA MENGENALKAN
Untuk mengenalkan berbagai profesi, tentu yang pertama kali harus dikenalkan adalah profesi orang tuanya dulu. "Kalau orang tua bekerja di rumah, akan lebih mudah bagi anak buat mengenal pekerjaan orang tuanya. Lain hal dengan orang tua yang tidak bekerja di rumah, tentunya anak harus dikenalkan secara khusus," lanjut psikolog yang akrab disapa Diana.
Lakukan di saat-saat luang. Orang tua bisa bercerita apa saja mengenai tugas-tugas yang dikerjakannya. Bisa juga anak melihat langsung bila ada kesempatan yang memungkinkan membawa anak ke lokasi bekerja. Dengan begitu pengalamannya menjadi konkret. Jangan lupa, berikan penjelasan dengan kata-kata sederhana yang pas bagi anak usia batita.
Setelah anak mengerti profesi orang tuanya, kenalkan ia pada profesi orang-orang lain yang dekat dengannya. Pengetahuannya pasti jadi lebih kaya dan anak akan lebih terbuka terhadap hal-hal di sekelilingnya. Ketika membawa anak ke dokter, misalnya, orang tua bisa mengenalkan apa tugas seorang dokter dan apa saja yang dilakukannya. Atau kalau anak naik pesawat terbang, anak bisa dikenalkan pada profesi pilot, pramugari, dan pekerjaan lainnya di bandara. Kalau anak ke "sekolah", kenalkan pada profesi guru.
Perkenalan secara abstrak bukannya tak mungkin dilakukan. Misalnya, ketika anak membaca sebuah majalah, orang tua bisa menjelaskan untuk sampai menjadi sebuah majalah, maka banyak profesi yang terlibat, seperti penulis/wartawan, ilustrator, komputer grafis, dan lainnya. Tentunya, terangkan secara lebih sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti anak, seperti ada orang yang bertugas menulis, menggambar, dan memasukkannya ke dalam komputer sebelum dicetak.
Kalau memang masih terlalu abstrak, anak-anak bisa dibawa berkunjung ke lokasi-lokasi bekerja untuk melihat secara langsung. "Oleh karena itu banyak juga TK dan playgroup yang membawa muridnya berkunjung ke kantor pos, kantor pemadam kebakaran, persawahan, bank, dan lainnya. Di sana anak akan melihat langsung bagaimana pekerjaan mereka."
Di rumah, aneka profesi yang sudah ia lihat bisa diperankan dalam permainan pura-pura atau pretend play, misal main dokter-dokteran. Namun demikian, membekas tidaknya pengenalan profesi-profesi tersebut dalam ingatan anak juga tergantung pada ketertarikan awal serta penjelasan orang tuanya.

JANGAN MERASA BERSALAH  
Umumnya orang tua yang keduanya bekerja memiliki rasa bersalah karena meninggalkan anak. Namun dikatakan Diana, "Sebagai orang tua hendaklah jangan merasa seperti itu." Jika anak tahu, dia bisa memanfaatkannya untuk selalu dipenuhi permintaannya. Sebetulnya, banyaknya permintaan menunjukkan kebutuhannya untuk diperhatikan. Penuhi saja dengan meningkatkan kualitas kebersamaan dengan si kecil, bukan dengan mengabulkan semua permintaannya. Bagaimanapun, orang tua harus tegas menentukan mana yang boleh dan tidak.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk menambah tinggi badan , klik link di bawah ini......} 
Sumber : www.gelombangotak.com/menambah_tinggi_badan.htm
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar