Kamis, 04 Agustus 2011

Iodium Supaya Anak Tak 'EO.

Kebutuhan tubuh akan mineral iodium sebenarnya kecil sekali. Tapi kalau sampai kekurangan, IQ pun jadi jongkok.

Mineral yang satu ini memang powerful. Anak-anak sampai usia 10 tahun sebenarnya hanya memerlukan 40-120 mikrogram iodium setiap hari. dengan kata lain, cuma perlu 0,00004 sampai 0,00012 gram mineral ini per hari. Nimbangnya juga susah, karena terlalu sedikit. Tapi jangan main-main dengan fungsinya. Kekurangan iodium bisa bikin anak EO (alias 'bego'), pertumbuhan terhambat, dan menderita gondok.

Mineral ini sebenarnya mudah didapat dari bahan makanan. Tapi kita memang mesti selektif.
Iodium lebih banyak terdapat pada ikan air laut dibanding air tawar. Buah dan daun juga lebih banyak mengandung iodium daripada umbi-umbian.

Hormon Tiroksin
Dari makanan, tubuh kita menyerap iodium dan menjadikannya sebagai komponen dalam kelenjar tiroid yang ada di dasar leher, dan untuk membentuk hormon tiroksin atau tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3) yang diproduksi kelenjar ini. Kedua hormon ini yang lalu beredar dalam aliran darah.

Hormon tiroksin sendiri berfungsi untuk meningkatkan laju pembakaran zat-zat makanan dalam sel-sel tubuh sehingga meningkatkan laju metabolisme, kegiatan pernafasan, dan pemindahan energi. Fungsi lain hormon ini adalah menghambat penyimpanan energi dan merubahnya menjadi panas, serta mengontrol pembentukan protein.

Kekurangan iodium membuat tingkat T4 dalam darah menurun. Sinyal ini ditangkap oleh TSH (tyroid-stimulating hormon) yang lalu memerintahkan tiroid untuk bekerja lebih keras menyerap iodium dari makanan. Akibatnya, jumlah dan ukuran sel-sel kelenjar tiroid pun membesar sehingga terjadi gondok.

Gondok sendiri terdiri dari beberapa tingkat. Dari yang tidak terlihat meski kepala ditengadahkan penuh, sampai yang gondoknya terlihat nyata di leher dan bisa dilihat dari jauh. Gondok ini banyak terjadi di daerah pegunungan, yang kadar iodium di tanahnya rendah. Kadang di satu daerah, lebih dari 10% penduduknya menderita gondok. Ini yang disebut gondok endemik.

Gondok ini dapat dicegah dengan konsumsi iodium 1 mikrogram/kilogram berat badan per hari. Untuk pencegahan jangka pendek, bisa dilakukan dengan suntikan lipiodol. Namun untuk jangka panjang, pemberian garam dengan kandungan 40 ppm (40 miligram iodium per 100 gram garam) jauh lebih baik. Namun kalau sudah terkena gondok, gondok itu tak bisa mengempis kembali meski kekurangan iodiumnya sudah ditangani. Satu-satunya jalan, dioperasi.

Kekurangan iodium selama kehamilan bisa menyebabkan anak yang dilahirkan bisu-tuli, otak kurang berkembang, keterbelakangan mental, dan kretinisme (kerdil). Kekerdilan ini baru kelihatan ketika bayi berusia beberapa bulan. Pertumbuhan bayi lambat, wajah kasar dan membengkak, perut kembung, lidah membesar, bibir tebal dan selalu dan terbuka. Bila diketahui sejak awal, kondisi ini masih bisa dinormalkan kembali.

Mudah Menguap
Pada tubuh orang dewasa yang sehat, jumlah mineral iodium dalam tubuh bisa mencapai 9-10 miligram, dengan 70-80% iodium terdapat pada kelenjar tiroid. Agar tak kekurangan iodium, orang dewasa memerlukan sekitar 150 mikrogram iodium per hari dari makanan. Ibu hamil menbutuhkan 175 mikrogram/hari, ibu menyusui perlu 200 mikrogram/hari, dan bagi anak sampai usia 10 tahun butuh 40-120 mikrogram iodium per hari. Bayi yang menyusui ASI biasanya memperoleh cukup iodium, karena ASI mengandung iodium antara 30-100 mikrogram per liter. Tentu saja, asalkan ibunya juga mengonsumsi makanan yang cukup iodium.

Iodium yang ada dalam bahan makanan gampang sekali menguap. Penggorengan dan pemanggangan menghilangkan 20-25% iodium dalam makanan. Sedangkan perebusan menurunkan kadar iodium sampai 60%. Jadi, meski di pasaran sudah banyak beredar garam beriodium, pemakaiannya mesti benar. Garam beriodium harus ditambahkan ke dalam makanan yang telah dimasak, saat hendak disajikan. Bukan ketika makanan tengah diolah, karena akhirnya iodium yang ditambahkan pun hilang kembali.

Bahan makanan yang mengandung iodium
------------------------------------------------------
Sumber ug iodium/100 gram
------------------------------------------------------
ikan laut 832
kerang-kerangan 798
telur 93
daging 50
susu 47
serealia 47
ikan air tawar 30
kacang-kacangan 30
sayuran 29
buah-buahan 18
-----------------------------------------------------


Gondok Bisa Karena Goitrogen
Selain akibat kekurangan iodium, gondok bisa juga disebabkan oleh senyawa goitrogen alias pencetus gondok. Pada bahan pangan seperti daun dan akar ubi kayu terkandung linamarin, yang oleh enzim linamarase diubah menjadi hidrogen sianida. Dalam tubuh, hidrogen sianida ini diubah menjadi tiosianat. Nah, tiosianat ini merupakan goitrogen kuat karena menghambat proses iodinasi dan pembuatan hormon tiroid. Tiosianat juga bisa melewati plasenta dan mengganggu pengangkutan iodium ke janin. Senaywa ini juga bisa masuk ke dalam air susu ibu.

Goitrogen juga terdapat pada sayuran kubis, kale, lobak, dan mustard. Senyawa glukosinolat dalam sayuran ini oleh enzim mirosinase diubat menjadi senyawa aglukon yang oleh tubuh juga diubah menjadi tiosianat.
(TG)


{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk meningkatkan percaya diri , klik link di bawah ini.....} 
Sumber : www.gelombangotak.com/meningkatkan_percaya_diri.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar