maunya membiasakan anak suka buku sejak bayi. Eh, di tangan mungilnya buku gambar warna-warni itu digigit-gigit, dirobek, dsb. Mungkinkah mengenalkan buku pada bayi?
Di tangan si kecil buku gambar mungil basah lembar demi lembarnya. Maklum si kecil menggigitnya hingga air liurnya membasahi lembaran-lembaran buku. Biarpun Anda singkirkan bukunya, tetap saja diambil lalu digigit lagi. Bila tak menggigitnya, ampuun... lembaran buku itu dirobek-robek!
Tak ada orang yang bisa 'melahap' buku secepat anak batita. Sayangnya perilakunya bukan berdasarkan kesukaan atau kecintaan akan buku bacaan, tapi karena si kecil ingin tahu rasanya atau tangannya ingin mencoba-coba apa yang bisa dilakukannya.
Pada usia sekitar 1 tahunan tentu jangan harap si kecil akan duduk anteng sambil membuka buku-buku yang Anda sediakan untuknya. Bila toh anteng, itu karena tangan dan mulutnya 'sibuk' merobek lalu memasukkan ke mulutnya.
Tapi, bukan berarti Anda harus menjauhkan buku darinya. Sebab, mengenal bahkan akrab dengan buku sejak bayi, sangat besar manfaatnya. Bukan membaca bukunya lho, tapi membuat anak akrab, senang melihat gambar di buku, dan akhirnya diharapkan tumbuh minatnya untuk membaca.
Selain itu, buat bayi Anda yang penting adalah unsur stimulusnya, terutama untuk komunikasi. Dengan melihat buku, akan merangsang matanya untuk melihat, dan dari penglihatan itu merangsang keingintahuan bayi lalu berusaha berkomentar dalam bentuk ocehan.
Tapi, tetap sayang kalau buku-buku berharga itu dirobek-robek si kecil. Benar. Karena itu untuk melindungi buku-buku Anda sekaligus juga menumbuhkan minat si kecil akan (membaca) buku, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:
Bukan Buku yang Mudah Rusak
Hindari buku-buku tipis. Saat anak masih berusia bulanan - 2 tahunan, buku-bukunya adalah buku dengan sampul tebal dengan lembar-lembar halaman karton yang cukup tebal sehingga tak mudah digigit dan dirobek anak. Selain itu, lembaran buku yang tebal memudahkan anak membalik-balik halaman dengan jari-jari kecilnya.
Larang Merusak Secara Konsisten
Terapkan anak untuk tidak merobek apapun jenis kertas di depannya. Jika Anda membolehkan anak merobek kertas koran, majalah bekas, dsb., tapi melarangnya merobek buku, anak bisa jadi bingung. Ingat bayi tak bisa membedakan mana kertas yang masih terpakai dan mana yang boleh didaur ulang. Karena itu tetapkan anak tak boleh merobek kertas atau buku apapun, apalagi mengunyahnya karena kertasnya bisa jadi beracun.
Alihkan Minat Merusaknya,/b>
Jika minat anak memang tidak pada buku, alihkan pada kegiatan lain di mana ia mendapat kepuasan. Atau bila ia mulai menggigit-gigit buku tanyakan apakah ia lapar.
Simpan Buku yang Mudah Rusak
Simpanlah buku yang mudah rusak (tipis misalnya) di rak yang lebih tinggi agar tak mudah diambil anak. Tetapi jangan sama sekali menyingkirkan dari bahan bacaan anak-anak. Anda bisa memberikannya lagi saat periode menggigit dan merusak (karena ingin tahunya) berlalu, biasanya di usia 2 tahunan.
Alihkan Minat Menjadi Minat Melihat
Jangan memberi kesan bahwa membaca itu terlarang baginya, hanya minat merusaknya saja yang harus 'dikendalikan'. Jadi, ketika ia merusaknya jangan memarahinya, sebaiknya mintalah dengan baik-baik. Atau katakan, "yuk kita lihat sama-sama," duduklah bersamanya, buka buku dan tunjukkan gambar-gambar di dalamnya. Bacakan dengan keras dengan cara yang menarik untuk menarik perhatiannya.
Awalnya Membaca Gambar
Buat bayi yang menarik dari buku adalah gambarnya. Apalagi di usia 1-2 tahun rasa ingin tahu mulai tampak. Dia mulai memperhatikan benda-benda di sekitarnya. Saat bicara, dia mulai menanyakan benda-benda tersebut. Orang tua sebaiknya memberitahukan nama benda atau bentuk yang ditanyakan anak, tanpa harus memberitahukan bagaimana penulisannya. Pendekatan seperti itu penting, karena awalnya mereka hanya dapat membaca gambar.
Setelah itu, terutama mulai usia 2 tahunan Anda bisa mencoba mengenalkannya huruf. Tapi, Anda harus melihat perkembangan bahasa anak. Bila kemampuan bahasanya bagus, Anda bisa memperlihatkan buku bergambar sambil menunjukkan kata-katanya, seperti tulisan apel, ayam, ibu, ayah, dsb. Bila anak belum berminat, bahkan meski usianya 4 tahun sekalipun, bila belum berminat baca, tak perlu dipaksa. Beri saja dulu gambar, misalnya, gambar rumah, ibu, bapak, dsb, yang ada tulisan di bawahnya. Kemudian tukar gambar itu ke tempat lain dan minta anak menunjukkan kata yang tepat untuk gambar tersebut.
Untuk merangsang minat anak akan buku (dan membacanya), gunakan teknik pendekatan yang tepat. Yaitu dengan pengenalan huruf atau sintesa dan pengenalan kata. Misalnya ada buah apel yang di bawahnya ada tulisan 'ini buah apel'. Nah, copot tulisan tersebut dan acak kata-katanya. Mintalah anak memasangkannya lagi. Bila anak memasangkan kata-katanya salah atau terbalik, biarkan saja. Nanti dia akan mengingat-ingat kembali kalimat yang benar tadi.
Selain itu, untuk mengajak anak tertarik pada gambar atau tulisan sebaiknya dilakukan dengan sabar. Konsentrasi anak pada sebuah kegiatan hanya bertahan sekitar 5-15 menit. Jadi jika mengajaknya bermain gambar, paling lama ya 15 menit. Setelah itu orang tua harus mengalihkan perhatian anak pada kegiatan lain dulu.
Memilih Buku buat Anak
Buku anak wow buanyak sekali. Sampai bingung memilihnya? Tak perlu bingung, sebab ada panduannya kok.
Usia 0-2 Tahun
Beri mereka buku yang tak mudah robek. Kertasnya pun tidak mudah melukai jari. Tema-tema di buku tersebut sederhana saja dengan gambar besar-besar dan tulisan sedikit. Halamannya jangan terlalu tebal, cukup 8-10 halaman.
Usia 2-3 Tahun
Anak mulai diberi buku-buku yang memuat tentang konsep tertentu. Misalnya, apa itu dokter gigi, kebun bunga, bertanam padi, dsb. Anak juga bisa diberi buku-buku tentang bagaimana cara sesuatu terjadi. Misalnya, bagaimana menanak nasi, membuat rumah, membuat baju, dsb. Gambar masih harus menonjol, namun sudah bisa diberikan kata yang agak panjang.
Usia 3-4 Tahun
Anak usia ini biasanya sudah masuk TK. Karena itu sudah bisa diberikan buku dongeng seperti Cinderella, cerita rakyat, dsb. Untuk mengasah imajinasi, boleh juga anak dirangsang membuat cerita sendiri. Jika Anda mahir menggambar, cobalah membuat satu atau serangkaian gambar. Lalu minta anak untuk membuat ceritanya. Anak-anak usia ini sedang senang-senangnya berimajinasi.
Usia 5 Tahun
Anak sudah cukup 'besar' untuk berkenalan dengan huruf, bahkan ada yang sudah ada yang pandai membaca. Rasa ingin tahunya pun semakin berkembang. Baginya sudah bisa diberikan buku-buku yang sedikit rumit dan panjang. Misalnya cerita tentang asal-usul. Mereka juga sudah bisa diajak melihat-lihat ensiklopedi anak-anak, yang umumnya bersampul tebal, memuat informasi singkat dengan gambar-gambar yang menarik.
{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk peningkat daya seks wanita , klik link di bawah ini......}
Sumber : www.gelombangotak.com/peningkat_daya_seks_wanita.htm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar