Senin, 01 Agustus 2011

"AKU JADI DOKTER, MAMA JADI PASIEN, YA!"

Sangat wajar jika si kecil gandrung bermain peran. Yang penting, beri dukungan. Caranya? Dampingi dan bantu ia menciptakan permainan yang lebih seru.
Bermain peran merupakan bagian dari kegiatan bermain yang umumnya muncul di usia 2­3 tahun dan berlangsung intensif pada awal masa kanak-kanak, sekitar 4-5 tahun saat itu anak belajar tentang banyak peran dari lingkungan sekitar. Misalnya, peran dokter, perawat, polisi, guru, dan sebagainya. Kegiatan ini amat membantu perkembangan kognitifnya karena selagi berfantasi, ia akan meniru ciri khas masing-masing peran. Ini juga dasar yang amat penting bagi peran sungguhan yang dijalani anak kelak.
Manfaatnya antara lain:
* Membantu perkembangan intelektual. Misalnya, "Dokter itu ngapain, sih? Oh, dokter menyembuhkan pasien."
* Mengasah kemampuan berbahasa. Saat ia berperan sebagai ibu, kosa katanya jadi bertambah. Ia jadi tahu popok, botol susu, dorongan bayi, dan lainnya.
* Bermanfaat bagi perkembangan moral. Sambil bermain dokter-dokteran, umpamanya, anak bisa dikenalkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti harus saling tolong-menolong serta benar-salah. 

ANEKA PERMAINAN
Ikut melibatkan diri ketika anak sedang bermain peran, amat dianjurkan. Dengan demikian, selain lebih meningkatkan kedekatan orang tua-anak, si kecil pun dapat belajar dari sosok yang paling tepat. Ia juga senang karena merasa permainannya diterima. Dengan melibatkan diri, anak jadi tak main sendirian. Ini penting sekali, terutama bagi anak tunggal atau yang tak punya teman sebaya di lingkungan sekitarnya. Lebih dari itu, orang tua dapat berperan memberi ide untuk si kecil.
Berikut sejumlah permainan peran favorit anak plus aneka trik agar permainan bisa berlangsung lebih "seru". 

* Ibu-Ibuan
Kebanyakan anak secara naluriah akan bermain ibu-ibuan. Agar ibu kecil bisa mencurahkan kasih sayang pada "anaknya", sediakan sarana penunjang seperti tempat tidur dari kotak sepatu yang sudah "disulap", selimut dari handuk kecil, peralatan makan seperti piring, sendok, gelas dari plastik, serta makanan yang bisa dibuat dari malam/plastisin dalam ukuran mini/mungil. Dengan begitu, ia dengan leluasa bisa belajar menidurkan anaknya, membacakan cerita, dan menyuapi agar "bayinya" tak kelaparan. 

* Mobil-Mobilan
Dengan sedikit kreasi, permainan ini bisa tambah seru dan istimewa. Buat semacam maket di atas karton, gambari dengan jalanan, lengkapi dengan rambu lalu lintas yang bisa dibuat dari kertas serta tusuk gigi untuk menancapkannya. Si Buyung pasti lebih semangat bermain mobil-mobilan. 

* Binatang Menari
Ajak si kecil menjelma menjadi berbagai binatang. Sebagai penunjang, putar lagu anak-anak dan minta ia berfantasi sesuai ritme musik. Saat musiknya cepat dan bersemangat, minta ia jadi burung besar yang mengepakkan sayapnya kuat-kuat. Lalu untuk musik lembut, suruh anak menjadi kupu-kupu yang lemah gemulai.

* Pak Polisi
Topi, peluit, atau sekadar kaus kaki yang dipasang di tangannya, sudah bisa membuatnya bak seorang polisi sungguhan. Minta ia berperan menjadi polantas yang tengah sibuk mengatur lalu lintas di perempatan jalan.

* Piknik
Ajak si kecil piknik bersama boneka-boneka kesayangannya. Pilih perlengkapan piknik seperti taplak meja, piring, sendok-garpu dari plastik, termasuk keranjang piknik. O ya, makanannya bisa berupa mainan karet berbentuk sandwich, burger, atau buah-buahan.Lalu ajak ia menggelar tikar di halaman belakang rumah. 

* Masinis Cilik
Deretkan sejumlah kursi sehingga mirip kereta api atau bus panjang. Suruh ia menjadi pak sopir atau masinis dan Anda serta boneka-boneka kesayangannya, jadi penumpangnya. Jangan lupa, buat karcis dari sobekan kertas. 

* Belanja, Yuk!
Sediakan keranjang rotan kecil, uang-uangan dari kertas, dan "barang-barang" jualan. Biar ia menentukan, apakah dagangannya berupa sayuran, mainan, atau apa saja. Sebagai pembeli, jangan lupa ajak anak dialog, "Wortelnya sekilo, berapa, Bu?" 

* Sekolah-sekolahan
Ini juga permainan favorit anak. Ciptakan aktivitas sederhana seperti menggambar, berhitung dan berolahraga. Jangan lupa menyisipkan acara istirahat makan dan membaca buku cerita. Sebagai awal, ibu/bapak yang menjadi guru. Setelah itu, ia pasti ingin jadi guru dan amat menikmati peran sebagai guru. "Aku Bertanya, Kau Menjawab."
Pertanyaannya bisa apa saja. Yang susah masuk di akal juga sah-sah saja, kok. Tujuannya untuk melatih daya imajinasi si kecil. Lakukan saat santai sambil bercengkerama di sofa. Lalu ajukan pertanyaan, "Menurut Adek, gimana, ya, caranya memindahkan gajah dari Afrika ke Indonesia? Atau "Apa jadinya, ya, kalau sekarang dinosaurus masih hidup?" 

* Bajak Laut Mencari Harta Karun
Taruh beberapa bantal di atas lantai, pura-puranya pantai dan lantai sebagai laut/lautannya. Kardus bekas barang yang berukuran lumayan, bisa dijadikan "kapal" lalu dandani ia bak bajak laut. Agar lebih seru, gambar peta sederhana untuk mencari harta karun berupa permen/cokelat yang ditaruh di bawah salah satu bantal (pulau). Biarkan ia mengikuti rute­-rute penunjuk. Bila ia berhasil menemukan, wah, pasti senangnya bukan main! 

* Boneka Tangan
Minta ia menjadi "dalang" sandiwara boneka dari karton yang digunting jadi potongan orang kecil-kecil dan ditempel di bekas gagang es krim. Penontonnya? Siapa lagi kalau bukan para boneka yang duduk manis berderet di kursi yang telah disiapkan. Ceritanya bisa diambil dari bukufavoritnya atau biarkan ia mengarang sendiri. 

* Raja dan Ratu
Jubah raja/ratu cukup dari sehelai kain yang disampirkan di pundaknya. Untuk mahkota, buat dari karton lalu hias dengan payet. Untuk kereta kencana, gunakan keranjang pakaian kotor. Ajarkan juga sikap-sikap khas yang sering diperlihatkan raja dan ratu seperti cara melambaikan tangan dari kereta kencana atau cara berjalan yang anggun. 

* Dokter dan Pasien
Sediakan barang apa saja yang bisa dijadikan tempat tidur bagi para pasien bonekanya. Bisa dari kardus bekas sepatu yang dijejer-jejer. Alat-alat kedokterannya bisa dengan menggunakan stetoskop mainan, kain sisa untuk pembalut luka, selotip untuk plester, dan lainnya. Jangan lupa, buku bekas untuk si kecil menulis resep bagi masing-masing pasiennya. Bisa juga ibu/ayah jadi pasien. 

* Pondok Rahasia
"Bangunlah" sebuah pondok dengan menaruh selimut di atas 2 buah kursi. Bisa juga darimeja yang didorong ke arah tembok. Nah, sisi yang terbuka, tutupi dengan selimut. Jadi, deh, sebuah pondok rahasia. Tinggal sediakan beberapa bantal, boneka, buku/kertas, dan pena. Biarkan ia beraktivitas sendiri di dalam pondok barunya. 

* Restoran/Kafe Milikku
Si kecil mau jadi pengusaha restoran? Tinggal gelar beberapa lap bersih di atas lantai untuk menyulapnya jadi "meja". Sajikan mainan karet yang berbentuk aneka makanan atau buat sendiri dari lilin/malam. Untuk daftar menu, sediakan secarik kertas. Gambar makanan yang ditawarkan dan jangan lupa cantumkan nama menu dan harganya. Si kecil bisa berlagak menjadi tamu kafe sementara ibu/bapak sebagai pemiliknya. Atau biarkan ia bertindak seolah pelayan yang mencatat pesanan, sekaligus koki yang memasak seluruh hidangan.  
*** Faras Handayani. Foto: Iman Dharma S./nakita

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk penampilan athletis , klik link di bawah ini......}
Sumber : www.gelombangotak.com/fit_berenergi.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar