Rabu, 03 Agustus 2011

Bermaknanya Sentuhan Anda

Sentuhan sungguh ajaib. Bukan hanya bagi dua insan dewasa lain jenis, bagi bayi pun sangat bermakna. Sentuhan Anda ekspresi kasih sayang dan cinta. Lebih dari itu menjadi stimulus bagi perkembangan syaraf-syarafnya.

Apa yang Anda lakukan bila buah hati Anda tiba-tiba menangis keras. Sudah pasti Anda segera mengangkatnya, memeluknya, lalu mendekatkan ke payudara Anda atau botol susunya. Tangisnya memang berhenti. Tapi, jangan heran bila sejurus kemudian ia bisa menangis lagi. Bayi kecil Anda memang tak hanya membutuhkan makanan atau minuman saja, lebih dari itu ia membutuhkan sentuhan Anda.

Cobalah angkat, lekatkan di dada, ayun-ayun badannya dengan lembut sambil tangan Anda mengelusnya disertai nyanyian lirih yang menenangkan. Apa yang terjadi? Niscaya-bila tak ada sesuatu yang menyakitinya seperti gigitan semut, perutnya kolik, atau popoknya basah-ia menjadi tenang, nyaman, matanya berbinar cerah. Itu menandakan bayi sangat sangat membutuhkan sentuhan Anda.

Kebutuhan Khusus
Sentuhan adalah ekspresi kasih sayang. Buat bayi itu adalah kebutuhannya yang utama. Hingga 3 bulan pertama usianya bayi memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi. Yakni, kehangatan dan rasa aman. Kehangatan dan rasa aman itu diperoleh bayi bukan semata ia mendapat makanan yang cukup, pakaian atau kebersihan saja, tetapi lebih dari itu diperoleh melalui skin to skin contact atau kontak kulit, yakni sentuhan.

Bayi-bayi berasal dari rahim yang hangat, nyaman dan tenang. Ketika lahir ia mendapati dunia asing yang 'panas', bising, dsb. Sehingga, timbul rasa tak aman dan ketakutan. Ia mendapatkan kenyamanan bila didekatkan di dada ibu, atau lewat disusui. Kedua hal tersebut membuatnya berada dekat dengan jantung. Sebab suara jantung ibulah yang menjadi 'teman karibnya' selama berada dalam rahim ibu.

Skin to skin contact itu secara psikologis menumbuhkan rasa percaya bayi pada Anda awalnya, lalu pada lingkungan yang lebih luas pada akhirnya. Bahwa ia aman, dunia ini menyenangkan, dsb. Karena itu, menyentuh si kecil, membelainya, memeluk, menciumnya, menjadi sebuah kegiatan yang berarti.

Bayi juga memiliki kebutuhan akan keterikatan atau bonding yang harus dipenuhi. Bila ia mendapatkan sentuhan, belaian, ciuman hangat, keterikatan dengan Anda, ibunya, akan berkembang. Begitupula bila seluruh anggota keluarga mengekspresikan kasih sayang itu dengan skin to skin contact, keterikatan pun akan timbul secara alamiah.

Tingkatkan Refleks
Bayi-bayi lahir ke dunia dengan dibekali reflek. Refleks merupakan gerakan yang terjadi secara otomatis. Seperti, gerakan menghisap, reflek menggenggam dan reflek menghentak serta refleks otot leher. Refleks menghisap misalnya, ketika dalam kandungan bayi tak makan lewat mulutnya. Tapi begitu lahir secara otomatis mulut kecilnya bergerak-gerak seakan mencari makanan. Bila didekatkan ke payudara pelan tapi pasti ia akan menghisapnya dengan mantap.

Meski sudah otomatis, reflek ini berkembang melalui latihan. Sentuhan Anda adalah salah satunya. Cobalah usap-usap telapak tangannya, ia akan menggenggam jemari Anda kuat-kuat. Atau berikan mainan terbuat dari karet. Ini akan melatih otot-otot tangannya.

Beberapa reflek lain yang tidak otomatis juga harus dirangsang dengan latihan dan sentuhan. Misalnya bila Anda memegang ketiaknya, mendirikannya, seakan ia melakukan gerakan berjalan. Sentuhan, sangat bermakna buat bayi.

Sebuah Bukti Dahsyatnya Sentuhan
Steve Bidulph, seorang terapi keluarga dari Amerika, menceritakan keadaan setelah Perang Dunia kedua berakhir. Ketika itu, Eropa porak poranda, ribuan anak menjadi yatim piatu, dan banyak dari mereka dimasukkan dalam lembaga pemerintah dan militer.

Swiss yang terhindar dari perang dunia mengirim para petugas kesehatan untuk ikut menangani korban perang. Seorang dokter ditugasi khusus untuk melihat perawatan pada anak-anak yatim piatu. Di beberapa tempat ia melihat rumah sakit darurat militer, di mana anak-anak, bayi-bayi ditempatkan pada boks bayi dari stainless steel, ruangan bersih, diberi susu khusus oleh jururawat berseragam putih bersih.

Di tempat lain, puluhan anak-anak ditinggalkan di desa-desa di Eropa. Akhirnya dirawat oleh orang-orang desa di antara domba-domba, anak-anak anjing, dengan susu domba dan bubur dapur umum. Apa yang terjadi? Dokter Swiss itu melihat anak-anak korban itu tumbuh sehat dibanding anak-anak yang dirawat di rumah sakit-rumah sakit. Ukuran yang dipakai dokter Swiss itu kata Bidulph sangat sederhana, angka kematian bayi. Ketika epidemi melanda seluruh Eropa, banyak anak-anak termasuk yang tinggal di rumah sakit dengan perawatan bersih itu meninggal, anak-anak di desa-desa tersebut terhindar dari kematian.

Dokter Swiss itu menemukan-hal yang dipercayai ibu-ibu tua tapi tak didengar karena mereka perempuan-- bahwa untuk hidup bayi membutuhkan kasih sayang. Bayi-bayi di rumah sakit itu mendapat segalanya kecuali belaian dan kasih sayang. Bayi-bayi di desa itu mendapat banyak belaian, melihat berbagai macam hal, mendapat perhatian yang wajar. Pendek kata mereka hidup lebih baik.

Dokter Swiss itu tak menyebut kata kasih sayang, karena konon menggusarkan para ilmuwan. Tapi menjelaskannya, yang terpenting katanya, kontak kulit ke kulit dari dua atau tiga orang tertentu dalam frekuensi tinggi. Atau melakukan gerakan yang lembut tetapi mantap. Misalnya digendong, dipangku, dipeluk, diayun, dan diisi dengan menyanyi, bercakap-cakap dsb.

Bayi Tak Suka Disentuh
Memeluk atau mencium bayi adalah ekspresi kasih sayang orangtua. Tetapi ada bayi lho yang tak suka dipelak-peluk.

Memang tak semua bayi suka diperlakukan demikian. Yakni sering dipeluk atau dicium. Bahkan bersikap kaku, menyikut atau berteriak marah bila dipeluk, seakan ia menolak Anda.

Tetapi, kata Robert B. McCall, Ph.D. dan Virginia W. Pomeranz, M.D., keduanya spesialis kesehatan anak, bukan berarti ia menolak Anda. Tetapi bayi-bayi lahir dengan kepribadian dan kepekaan yang berbeda.
Artinya, tegas mereka, bila hal ini terjadi pada buah hati Anda, berarti si kecil membutuhkan penyesuaian diri. Caranya tentu berbeda bagi setiap ibu. Beberapa hal ini bisa Anda coba
  • Jangan memaksakan diri tapi juga jangan menyerah. Setiap ada kesempatan dan ketika sedang bergembira, tertawa-tawa, rangkullah ia, lama-lama anak akan terbiasa.
  • Ketahui yang disukai dan tak disukainya, selalu mencari apa yang menyenangkannya serta bagaimana kepribadiannya, ini dapat mengembangkan kasih sayang. Jangan heran bila pada akhirnya meski ia tumbuh jadi remaja, bila mendapat kesulitan ia akan datang merangkul Anda.
Kembangkan keakraban dengan cara berbeda. Bermain bersama, ikut bersibuk-sibuk dengan kesibukan anak,akan mengembangkan keakraban tidak dengan cara pelukan atau ciuman.

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk melakukan perubahan dari diri sendiri , klik link di bawah ini.....}
Sumber : www.gelombangotak.com/Merubah_diri_hipnotis.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar