Selasa, 02 Agustus 2011

"BREM...BREM..DIN..DIN...," ASYIKNYA MAIN DI MOBIL!

Mobil dapat menjadi ruang bereksplorasi yang menyenangkan.
Kalau si kecil senang bermain di dalam mobil, kita tak perlu melarangnya. Toh, paling lama betahnya hanya sekitar 30 menit. Bahkan ada anak yang hanya tahan dua atau lima menit saja main di dalam mobil, selanjutnya bosan. Mau tahu apa yang membuat anak batita senang main di mobil?
 
* Tertarik pada hal baru
Anak-anak biasanya tertarik pada interior maupun instrumen di dalam mobil. Terutama tombol-tombol di bagian dasbor dan tuas-tuas di sekitar kemudi. Baginya semua itu "unik", tak terkecuali susunan kursi dan kompartemen untuk menyimpan kaset, CD, dan lain-lain. Sangat mungkin ia kemudian mengutak-utik semua itu; membongkar isi laci, memutar-mutar kemudi, naik-turun kursi, dan sebagainya.

* Ada benda kesayangan
Bisa juga anak betah di dalam mobil karena di situ ada benda yang disenanginya. Apakah itu bantal, boneka, atau hiasan gantung di kaca spion.
 
* Suasana menyenangkan
Jika mesin mobil dan AC-nya dinyalakan, suasana dalam mobil tambah menyenangkan baginya. Apalagi kalau lagu kesukaannya diputar dan aroma segar dari pengharum mobil merebak, itu semua membuat anak nyaman bermain di mobil.

* Aman
Alasan "keamanan" seringkali juga membuat anak betah berada di dalam mobil yang sedang berhenti. Ratih Andjayani Ibrahim, Psi., MM., menyontohkan pengalamannya sendiri.
Saat itu, ibu dua anak ini bersama para buah hatinya naik kapal feri, "Anak saya lebih memilih berada di dalam mobil karena kalau keluar dia akan bertemu banyak orang dengan berbagai macam karakter. Dengan situasi seperti ini, si kecil bisa bertahan di dalam mobil tidak hanya sampai 30 menit tapi satu jam atau lebih."
Yang perlu diperhatikan, lanjut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini, usahakan kenyamanan anak agar tetap terjaga, entah dengan memutarkan lagu-lagu kesukaannya, menceritakan hal-hal menarik, memberi mainan, dan sebagainya.
 
* Ada suara mesin
Tak jarang, anak suka berada di dalam mobil hanya karena tertarik mendengarkan deru mesinnya. Namun "suara deru" yang disukai adalah yang terdengar halus dan konstan bukan yang keras atau kasar.
 
NUANSA BERBEDA
Eksplorasi yang dilakukan si kecil di dalam mobil pada dasarnya sama saja dengan eksplorasinya terhadap rak dapur atau laci pakaian, hanya saja nuansanya berbeda. Oleh karena itu, jika anak menunjukkan ketertarikan bermain di dalam mobil, tunjukkan perhatian kita. Manfaatnya, anak bisa lebih kaya dalam mengenal situasi maupun kondisi di sekelilingnya.

Penting bagi anak untuk selalu didampingi saat berada di dalam mobil, baik dengan mesin menyala ataupun mati. Walau ruangan mobil biasanya tak seberapa luas, tapi tetap ada risiko yang mengancam anak. Selain bisa terjatuh dari kursi, anak-anak juga bisa mencabut tombol pemantik api yang tengah dalam posisi menyala. Lagi pula, meninggalkan anak sendirian di dalam mobil sangat tidak bijaksana karena ada kemungkinan anak terkunci di dalam.
 
Tenaga listrik pada mobil juga bisa dihambur-hamburkan olehnya saat berkali-kali menyalakan lampu mobil, memutar-mutar kunci kontak ke posisi "on" atau membunyikan klakson berkali-kali. Anak batita yang cukup besar mungkin malah mencoba-coba menstarter mobil. Walau kemungkinannya kecil, tapi tetap perlu menjadi perhatian orang tua.
Nah bagaimana, Anda siap menemani si kecil?
***Irfan Hasuki. Foto: Iman/nakita

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk mengatasi gangguan tidur , klik link di bawah ini....} 
Sumber : www.gelombangotak.com/mengatasi_gangguan_tidur.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar