Tampilkan postingan dengan label mama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mama. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

We love you mom...

Hari ini datang lagi, dan aku masih bersama kekosonganku ….
entah bagaimana aku harus mengatakan semua kesepian yang menyesakkan hatikku ini....
aku lihat langit masih membiru berhamparana luas dengan awan putih
bersamanya burung burug berlicauan menyanyi riang gembira...
hanya ikut tersenyum dalam diamku
melihat kasih itu mengelilingiku sekitarku...
sungguh ...bagaikan sayatan pisau tajam menusuk nusuk jantungku...., sakit.
Keceriaan dan kebersamaan itu tak bersamaku,
aku tidak mendapati hari ini, esok dan seterusnya...
hanya ada air mata ….
yah.. air mata yang selalu mengenangmu....
bunda....
aku merindukanmu.., bisakah kau merasakan di dalam tempat berbeda keberadaan kita???
aku iri untuk melihat mereka semua bisa bersandar dengan manja di pelukkan ibu mereka...
aku sendiri bunda, dengan kenangan indah atupun pahit kita bersama...
bunda...
sungguh tiada hal yang paling bisa aku syukuri, karena aku terlahir dari rahim wanita yang tegar seperti sosokmu.....
kau ajarkan aku tentang hitam dan putih warana kehidupan...
tentang berjalan di semak belukar dengan sistem pertahanan hati yang kuat, yakni kau ajarkan aku “kesabaran dan keikhlasan”...
kau ajarkan aku tentang derita dan bahagia....
bunda,
biarkan air mata membasahi wajahku...
jangan kau sedihkan itu dengan keberadaanku
restui aku di sini bunda, aku ingin menjadi wanita sepertimu
sosok perempuan yang egar, tegas, dan hangat dengan perhatianmu...
aku merindukanmu ...
bunda....
sungguh kau mulia dengan maharNYA...
wanita yang bijaksana dalam setiap langkah kehidupan
kasih yang ikhlas dan penuh dengan pengorbanan...
terimakasih bunda...,
terimakasih untuk segalanya …
ya Allah, ya Rabbana..,
jagalah ia dalam tidurnya...., dalam perisitirahatan panjangnya...
kasihilah dirinya seperti kasihnya yang tiada putus bagi kami sebagai aliran darahnya...
Amin...

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk perawatan kulit dan awet muda , klik link di bawah ini......}
Sumber : www.gelombangotak.com/perawatan_kulit_awet_muda.htm

Selasa, 02 Agustus 2011

Bantuin Mama ya, Dek...

Repot deh, kalau balita selalu minta dilayani. Bagaimana kalau kita yang sesekali meminta bantuan mereka?

Duh, senangnya kalau punya balita yang mandiri. Bisa sikat gigi sendiri, mandi sendiri, atau tidur sendiri. Apalagi kalau ia malah mau membantu kita ikut membereskan urusan-urusan rumah yang remeh. Entah merapikan mainan, menaruh sepatu di raknya, membuang sampah, dan lain sebagainnya. Tapi, apa iya, balita bisa dilatih supaya semandiri itu?

"Biasanya, anak yang sejak dini sudah dibiasakan melakukan beberapa hal sendiri akan terbiasa melakukannya," tutur Juliati Tarigan, Psi. "selain itu ia juga cenderung lebih bisa dimintai bantuan, karena ia merasa perbuatan itu berharga dan dihargai orang lain." Sebaliknya, jika anak terbiasa dilayani sejak kecil, entah akibat orangtua memanjakan atau tidak melatihnya mandiri, maka jangankan menolong orang lain, melakukan pekerjaannya untuk dirinya sendiri pun ia akan malas.

Menerapkan prinsip 'saling bantu' dalam keluarga memang hal yang biasa ditemukan, Namun untuk menerapkannya orangtua tak bisa mengharapkannya terjadi begitu saja tanpa contoh dan bantuan dari orangtua sendiri. Selain harus rajin memberitahu kepada anak mengapa menolong orang lain itu diperlukan, orangtua juga sebaiknya mencontohkan bagaimana perilaku terseut. Misalnya saja saat ada pengemis. Sebaiknya orangtua jangan mengatakan pada anak untuk tidak memberi karena pengemis itu malas.

"Sebaliknya, ajarkan padanya untuk memberi, disertai penjelasan dalam bahasa anak-anak, bahwa selain dirinya ada orang lain yang perlu ditolong," tutur psikolog yang akrab dipanggil Julie ini. "Sehingga anak punya empati terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya."

Sesuaikan Usia
Untuk membuat anak bisa menolong orang lain, langkah pertama yang bisa orangtua lakukan adalah membuat anak terbiasa melakukan pekerjaan yang bisa dilakukannya sendiri. Misalnya, saat bermain dengan mainan. Biarkan anak mengambil mainannya. Kemudian minta si kecil untuk membereskan mainan itu sendiri, setelah tidak dipergunakan.

Awalnya tentu orangtua harus membantu, misalnya membereskan mainan itu bersama-sama. Kemudian tingkatkan permintaan kita supaya ia memberesi mainannya sendiri tanpa bantuan. Apapun hasilnya, entah itu rapi atau berantakan, pujilah si kecil. "Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan tidak akan merasa keberatan jika diminta melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri."

Seandainya anak sudah terbiasa membereskan mainannya sendiri, kita bisa mengajarinya hal-hal lain, yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Misalnya saat makan, kita bisa meminta tolong pada si kecil untuk mengambilkan botol sambal atau saus tomat. Bisa juga hal-hal lain seperti mengambil, memakai, dan mengembalikan sepatu ke tempatnya sendiri tanpa bantuan orang lain. "Kalau perlu, larang pengasuhnya atau siapa saja membantu si kecil mengerjakan sendiri hal-hal yang remeh itu," ungkap psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Perlu Sabar
Untuk mengajari agar balita mandiri serta mau membantu orang lain, diperlukan kreativitas orangtua, agar anak tak merasa selalu disuruh dan diatur. Ada cukup banyak cara untuk melakukannya. Misalnya kita bisa menyisihkan waktu pada akhir pekan untuk membersihkan rumah bersama-sama atau berkebun. Biarkan balita membantu sebisanya. Jangan memarahinya jika hasil pekerjaanya tidak sesuai dengan keinginan kita. Yakinkan si kecil bahwa apapun yang dikerjakannya akan dihargai oleh orang lain. Dengan begitu, anak akan tetap bersemangat melakukan berbagai kegiatan yang diberikan padanya.

"Kesabaran tentu jadi salah satu kuncinya. Sebab dengan kemampuan balita yang terbatas, tak jarang orangtua harus mengulangi lagi pekerjaan yang diulangi anak," kata Julie. "Jangan sampai anak dikiritik atau dicemooh. Sebaiknya beritahu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar."

Terkadang balita juga merasa ia sudah bisa melakukan hal yang dilakukan oleh kakaknya, sehingga ia ingin mengerjakan hal yang sama. meski kita tahu balita belum bisa melakukannya, biarkan ia melakukannya. Ini agar ia tahu bahwa ia memang belum bisa. Bagi anak sendiri, meski tak bisa melakukan, ia akan merasa puas dan tidak merasa dibedakan dari kakaknya. Sebab tak jarang anak merasa pembedaan aktivitas berarti terjadi pembedaan kasih sayang. Padahal maksud orangtua baik, menyesuaikan kemampuan anak dengan tugas yang diberikan. Karenanya pikirkan masak-masak tugas apa yang akan diberikan pada anak. "Tentunya, sepanjang yang tidak mengandung bahaya seperti menggunakan senjata tajam, alat-alat listrik, dan sebagainya."

Bagi balita yang memiliki saudara, mungkin tak ada masalah dalam melakukan tugas bersama-sama. Sebaliknya bagi anak tunggal tentu berbeda. Pasalnya, sebagai orangtua kita hanya mengurus kebutuhan satu anak saja. Sehingga sangat mungkin anak diperlakukan bagai raja, serba dilayani, bahkan tak pernah dibiasakan melakukan hal-hal remeh sendiri.

"Bagi anak tunggal, sebaiknya sering-sering diajak berkunjung ke tempat saudara sepupunya. Dengan begitu ia akan terlatih untuk berbagi, entah itu mainan, makanan, atau apapun. Atau masukan ia ke preschool agar bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain sehingga tidak tumbuh jadi anak yang egois."

Pendek kata, jika ingin mengajari balita untuk bisa membantu orang lain, gunakan cara yang menyenangkan, agar ajkaran orangtua mengena dan diikuti anak. Tak perlu menuntut anak untuk bisa melakukan segalanya sendiri. Apalagi kemudian anak sampai merasa dirinya selalu disuruh-suruh dan komplain ke orangtua.

Jika terjadi yang seperti ini, ajaklah anak berbincang-bincang. Tanyakan apa alasannya. Seandainya anak bisa memberikan jawaban yang bisa diterima nalar, sebaiknya orangtua mengkaji. Siapa tahu apa yang dikatakan si kecil benar. Selain itu, jangan menghakimi jika anak tak menurut atau tak mau melakukan tugas yang kita berikan. Bisa saja saat kita memintanya melakukan sesuatu, mood anak sedang tidak baik. "Jangan memaksakan kalau momennya tidak tepat," saran Julie. Dengan memahami kondisi balita, membuat balita mandiri dan suka menolong akan bisa berlangsung dengan baik.(alfa)


{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk membuka dan memperkuat aura anda , klik link di bawah ini......} 
Sumber : www.gelombangotak.com/membuka_aura.htm

Aku Mau Mama Lain!

Anak Anda suka membanding-bandingkan bonekanya dengan boneka temannya yang dianggapnya lebih baik? Atau bahkan membandingkan Anda dengan mama si Tia yang dianggapnya lebih pengertian dan 'lebih baik hati' karena selalu mengantar Tia ke sekolah? Sampai ia benar-benar menginginkan 'mama lain'.

"Mama, aku mau dong boneka kayak punya Irma. Bagus deh! Rambutnya panjang dan bisa bunyi. Beli ya, Ma," pinta Nina (4) memelas seraya memegangi lengan kanan Mamanya yang
sedang membaca koran. Mendengar rengekan anak pertamanya itu, Hanum (32) menghentikan bacaannya lalu mengangkat tubuh mungil Nina dan memangkunya sambil berkata, "Lho, kamu kan udah Mama belikan boneka cantik. Bajunya banyak dan bisa diganti-ganti. Rambutnya juga panjang, sama kayak punya Irma." Namun, Nina tetap saja merengek minta dibelikan boneka mirip kepunyaan Irma, anak tetangganya.

Hal seperti di atas sering terjadi. Anak membanding-bandingkan dengan milik orang lain yang dianggapnya lebih baik. Tak kalah menyedihkan adalah bila anak juga membanding-bandingkan orangtuanya dengan orangtua teman-temannya. "Mama kok enggak pernah nganterin aku ke sekolah? Enggak kayak Mamanya Ira suka nganterin sekolah, terus dibawain kue. Aku mau ganti mama aja deh!" protes Fahri.

Duh, sedihnya mendengar penuturan polosnya itu. Tentu, Anda jadi berpikir mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah ini ada kaitannya dengan cara mengasuh atau mendidik anak, sehingga anak selalu iri jika yang ia miliki tidak sama dengan milik orang lain?

Ibu yang Bekerja
Seorang tokoh psikologi bernama Piaget menjelaskan, pada konsep perkembangan kognitif, balita berada dalam fase pra operasional. Ini terjadi karena balita berusia 0-5 tahun belum banyak diperkenalkan dengan dunia luar. Anak-anak di usia ini hanya intens berinteraksi dengan lingkungan keluarganya saja. Jadi, ketika ia melihat 'dunia luar' wajar dong, jika kemudian ia membandingkan dengan miliknya.

Anak membandingkan mamanya dengan mama anak lain, berangkat dari persepsi bahwa mama yang ideal dan baik bagi Fahri atau Nina, adalah mama yang selalu mengantar jemput sekolah. Ini biasanya terjadi bagi anak-anak yang mamanya bekerja. Karena kesempatan untuk mengantar jemput sekolah sang anak tak mungkin dilakukan setiap hari.

SEdangkan ibu yang tidak bekerja memiliki cukup waktu untuk tidak sekedar mengurus persiapan anak sebelum sekolah, tapi juga mengantar dan menjemputnya sekolah. Bahkan kadang-kadang menungguinya di sekitar sekolah, hingga anaknya pulang. Bagi seorang anak yang masih hanya memiliki pengalaman, 'lebih aman dan nyaman jika selali dekat mama' maka ketika melihat temannya selalu diantar jemput sang mama, dalam hati ia berkata, 'aduh, senangnya kalau mama bisa antar jemput sekolah setiap hari.'

Bahkan lebih ekstrim lagi jika ia beranggapan bahwa mama yang selalu mengantar jemput sekolah adalah mama yang cinta dan sayang pada anaknya. Kemudian muncul pertanyaan dalam benaknya 'Apakah mama gak sayang sama aku, kok gak mau anterin sekolah sih?'

Masa Bergantung Pada Ibu
Jangan dulu gusar atau bersedih hati jika anak Anda yang masih balita menganggap dirinya sudah tidak dicintai atau disayangi, hanya karena Anda tidak mengantarkannya ke sekolah. Karena setiap hari Anda tidak mengantarkannya sekolah, si kecil tidak percaya, jika Anda sangat menyayanginya. Yang ia tahu, orangtua yang mau setiap hari mengantarnya ke sekolah.

Dalam masa tahapan perekembangan balita, terdapat masa dimana kepercayaan harus ditanamkan. Anak sampai pada masa 'konflik' antara percaya dan tidak percaya. Bayi yang baru lahir harus berhadapan dengan dunia luar, tidak lagi tenang dan merasa aman seperti ketika ia masih berada dalam kandungan ibunya. Karena ketidakberdayaannya itu maka ia masih sangat bergantung pada ibunya. Sebab dunianya adalah ibunya.

Pada masa-masa ini, sikap seorang ibu terhadap anaknya akan sangat menentukan perkembangan kepribadiannya. Jika anak merasa disayang, diterima dengan hangat dan diasuh dengan segenap kesabaran, ia akan bahwa dunia ini menyenangkan.

Pada masa ini diri anak belum muncul. Ia masih melihat dirinya sebagai bagian dari ibunya. Ia belum memisahkan diri dari lingkungannya. Kepercayaan dan rasa memiliki berkembang lewat pemenuhan kebutuhannya. Ketika ia butuh untuk diantar jemput sekolah oleh sang ibu, keinginannya untuk dicintai dan disayangi terpenuhi.

Beralih dari masa bergantung pada ibu dan masa kemandirian dengan membawa anak masuk ke bangku sekolah, memang tidak mudah. Apalagi jika dengan 'terpaksa' anak benar-benar di lepas dari 'pangkuan ibunya' karena sang ibu bekerja, sementara si anak harus masuk sekolah. Di mana tanpa perintah tertulis anak harus siap mandiri.

Maka untuk ibu yang bekerja, perlu sedikit demi sedikit memberikan pengertian pada anak si anak, misalnya, "Meskipun tidak mengantar jemput sekolah setiap hari, tapi mama tetap sayang sama adik." Kemudian juga jelaskan mengapa Anda perlu bekerja. Kendati penjelasan Anda tidak bisa langsung saat itu juga dimengerti oleh si kecil, mudah-mudahan semakin lama ia akan mengerti juga. Fase praoperasional ini akan berhenti dengan sendirinya ketika anak memasuki usia 6 tahun. Yang penting selain penjelasan sederhana, Anda perlu mendukungnya dengan sikap dan perilaku yang dapat meyakinkan si kecil bahwa dirinya dicintai dan disayangi. Maka, tidak perlu iri dengan teman lain yang setiap hari diantar sekolah mamanya.
(Indri/Anna F)


{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk anak hiperaktif , klik link di bawah ini.....} 
Sumber : www.gelombangotak.com/anak_hiperaktif.htm

Senin, 01 Agustus 2011

"AKU JADI DOKTER, MAMA JADI PASIEN, YA!"

Sangat wajar jika si kecil gandrung bermain peran. Yang penting, beri dukungan. Caranya? Dampingi dan bantu ia menciptakan permainan yang lebih seru.
Bermain peran merupakan bagian dari kegiatan bermain yang umumnya muncul di usia 2­3 tahun dan berlangsung intensif pada awal masa kanak-kanak, sekitar 4-5 tahun saat itu anak belajar tentang banyak peran dari lingkungan sekitar. Misalnya, peran dokter, perawat, polisi, guru, dan sebagainya. Kegiatan ini amat membantu perkembangan kognitifnya karena selagi berfantasi, ia akan meniru ciri khas masing-masing peran. Ini juga dasar yang amat penting bagi peran sungguhan yang dijalani anak kelak.
Manfaatnya antara lain:
* Membantu perkembangan intelektual. Misalnya, "Dokter itu ngapain, sih? Oh, dokter menyembuhkan pasien."
* Mengasah kemampuan berbahasa. Saat ia berperan sebagai ibu, kosa katanya jadi bertambah. Ia jadi tahu popok, botol susu, dorongan bayi, dan lainnya.
* Bermanfaat bagi perkembangan moral. Sambil bermain dokter-dokteran, umpamanya, anak bisa dikenalkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti harus saling tolong-menolong serta benar-salah. 

ANEKA PERMAINAN
Ikut melibatkan diri ketika anak sedang bermain peran, amat dianjurkan. Dengan demikian, selain lebih meningkatkan kedekatan orang tua-anak, si kecil pun dapat belajar dari sosok yang paling tepat. Ia juga senang karena merasa permainannya diterima. Dengan melibatkan diri, anak jadi tak main sendirian. Ini penting sekali, terutama bagi anak tunggal atau yang tak punya teman sebaya di lingkungan sekitarnya. Lebih dari itu, orang tua dapat berperan memberi ide untuk si kecil.
Berikut sejumlah permainan peran favorit anak plus aneka trik agar permainan bisa berlangsung lebih "seru". 

* Ibu-Ibuan
Kebanyakan anak secara naluriah akan bermain ibu-ibuan. Agar ibu kecil bisa mencurahkan kasih sayang pada "anaknya", sediakan sarana penunjang seperti tempat tidur dari kotak sepatu yang sudah "disulap", selimut dari handuk kecil, peralatan makan seperti piring, sendok, gelas dari plastik, serta makanan yang bisa dibuat dari malam/plastisin dalam ukuran mini/mungil. Dengan begitu, ia dengan leluasa bisa belajar menidurkan anaknya, membacakan cerita, dan menyuapi agar "bayinya" tak kelaparan. 

* Mobil-Mobilan
Dengan sedikit kreasi, permainan ini bisa tambah seru dan istimewa. Buat semacam maket di atas karton, gambari dengan jalanan, lengkapi dengan rambu lalu lintas yang bisa dibuat dari kertas serta tusuk gigi untuk menancapkannya. Si Buyung pasti lebih semangat bermain mobil-mobilan. 

* Binatang Menari
Ajak si kecil menjelma menjadi berbagai binatang. Sebagai penunjang, putar lagu anak-anak dan minta ia berfantasi sesuai ritme musik. Saat musiknya cepat dan bersemangat, minta ia jadi burung besar yang mengepakkan sayapnya kuat-kuat. Lalu untuk musik lembut, suruh anak menjadi kupu-kupu yang lemah gemulai.

* Pak Polisi
Topi, peluit, atau sekadar kaus kaki yang dipasang di tangannya, sudah bisa membuatnya bak seorang polisi sungguhan. Minta ia berperan menjadi polantas yang tengah sibuk mengatur lalu lintas di perempatan jalan.

* Piknik
Ajak si kecil piknik bersama boneka-boneka kesayangannya. Pilih perlengkapan piknik seperti taplak meja, piring, sendok-garpu dari plastik, termasuk keranjang piknik. O ya, makanannya bisa berupa mainan karet berbentuk sandwich, burger, atau buah-buahan.Lalu ajak ia menggelar tikar di halaman belakang rumah. 

* Masinis Cilik
Deretkan sejumlah kursi sehingga mirip kereta api atau bus panjang. Suruh ia menjadi pak sopir atau masinis dan Anda serta boneka-boneka kesayangannya, jadi penumpangnya. Jangan lupa, buat karcis dari sobekan kertas. 

* Belanja, Yuk!
Sediakan keranjang rotan kecil, uang-uangan dari kertas, dan "barang-barang" jualan. Biar ia menentukan, apakah dagangannya berupa sayuran, mainan, atau apa saja. Sebagai pembeli, jangan lupa ajak anak dialog, "Wortelnya sekilo, berapa, Bu?" 

* Sekolah-sekolahan
Ini juga permainan favorit anak. Ciptakan aktivitas sederhana seperti menggambar, berhitung dan berolahraga. Jangan lupa menyisipkan acara istirahat makan dan membaca buku cerita. Sebagai awal, ibu/bapak yang menjadi guru. Setelah itu, ia pasti ingin jadi guru dan amat menikmati peran sebagai guru. "Aku Bertanya, Kau Menjawab."
Pertanyaannya bisa apa saja. Yang susah masuk di akal juga sah-sah saja, kok. Tujuannya untuk melatih daya imajinasi si kecil. Lakukan saat santai sambil bercengkerama di sofa. Lalu ajukan pertanyaan, "Menurut Adek, gimana, ya, caranya memindahkan gajah dari Afrika ke Indonesia? Atau "Apa jadinya, ya, kalau sekarang dinosaurus masih hidup?" 

* Bajak Laut Mencari Harta Karun
Taruh beberapa bantal di atas lantai, pura-puranya pantai dan lantai sebagai laut/lautannya. Kardus bekas barang yang berukuran lumayan, bisa dijadikan "kapal" lalu dandani ia bak bajak laut. Agar lebih seru, gambar peta sederhana untuk mencari harta karun berupa permen/cokelat yang ditaruh di bawah salah satu bantal (pulau). Biarkan ia mengikuti rute­-rute penunjuk. Bila ia berhasil menemukan, wah, pasti senangnya bukan main! 

* Boneka Tangan
Minta ia menjadi "dalang" sandiwara boneka dari karton yang digunting jadi potongan orang kecil-kecil dan ditempel di bekas gagang es krim. Penontonnya? Siapa lagi kalau bukan para boneka yang duduk manis berderet di kursi yang telah disiapkan. Ceritanya bisa diambil dari bukufavoritnya atau biarkan ia mengarang sendiri. 

* Raja dan Ratu
Jubah raja/ratu cukup dari sehelai kain yang disampirkan di pundaknya. Untuk mahkota, buat dari karton lalu hias dengan payet. Untuk kereta kencana, gunakan keranjang pakaian kotor. Ajarkan juga sikap-sikap khas yang sering diperlihatkan raja dan ratu seperti cara melambaikan tangan dari kereta kencana atau cara berjalan yang anggun. 

* Dokter dan Pasien
Sediakan barang apa saja yang bisa dijadikan tempat tidur bagi para pasien bonekanya. Bisa dari kardus bekas sepatu yang dijejer-jejer. Alat-alat kedokterannya bisa dengan menggunakan stetoskop mainan, kain sisa untuk pembalut luka, selotip untuk plester, dan lainnya. Jangan lupa, buku bekas untuk si kecil menulis resep bagi masing-masing pasiennya. Bisa juga ibu/ayah jadi pasien. 

* Pondok Rahasia
"Bangunlah" sebuah pondok dengan menaruh selimut di atas 2 buah kursi. Bisa juga darimeja yang didorong ke arah tembok. Nah, sisi yang terbuka, tutupi dengan selimut. Jadi, deh, sebuah pondok rahasia. Tinggal sediakan beberapa bantal, boneka, buku/kertas, dan pena. Biarkan ia beraktivitas sendiri di dalam pondok barunya. 

* Restoran/Kafe Milikku
Si kecil mau jadi pengusaha restoran? Tinggal gelar beberapa lap bersih di atas lantai untuk menyulapnya jadi "meja". Sajikan mainan karet yang berbentuk aneka makanan atau buat sendiri dari lilin/malam. Untuk daftar menu, sediakan secarik kertas. Gambar makanan yang ditawarkan dan jangan lupa cantumkan nama menu dan harganya. Si kecil bisa berlagak menjadi tamu kafe sementara ibu/bapak sebagai pemiliknya. Atau biarkan ia bertindak seolah pelayan yang mencatat pesanan, sekaligus koki yang memasak seluruh hidangan.  
*** Faras Handayani. Foto: Iman Dharma S./nakita

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk penampilan athletis , klik link di bawah ini......}
Sumber : www.gelombangotak.com/fit_berenergi.htm

Rabu, 20 Juli 2011

Surat Untuk Mama

Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah, yaa…mungkin tidak begitu cerah untuk seorang mama yang kebetulan memeriksa kamar putrinya. Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan “untuk mama” di atas kasurnya dia mulai membuka surat itu
Mama tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat mama membaca surat ini aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekeasih ku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia, mama pasti setuju meski dia banyak tato yang melekat di tubuhnya juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah cukup dewasa walaupun belum begitu tua (aku pikir zaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).
Dia sangat baik terhadap ku, lebih lagi dia ayah dari anak dalam kandungan ku saat ini. dia meminta ku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan bisa membesarkannya bersama. Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan ekstasi yang sangat luas, dia juga meyakinkan ku bahwa kawin lari tidaklah begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia bisa segera sembuh.
Aku tahu kalau dia punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia pada ku dengan cara yang berbeda. Mama…jangan khawatir keadaan ku, aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diri ku. Salam sayang untuk kalian semua . oh iya , berikan boneka ku untuk adik ku, dia sangat menginginkannya.
Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, mama membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu
Ps : mama…tidak ada satu pun dari yang aku tulis di atas itu benar, aku hanya ingin menunjukan ada ribuan hal yang lebih mengerikan daripada nilai rapor ku yang buruk. Kalau mama mau menandatangani rapor ku di atas meja, panggil aku ya…aku tidak kemana-mana, aku ada di tetangga sebelah.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk meningkatkan daya seks wanita, klik link di bawah ini.......}
Sumber : www.gelombangotak.com/peningkat_daya_seks_wanita.htm