Tampilkan postingan dengan label gelombang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gelombang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tulang Rusuk


                                                Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU
berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan
meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah AKU
meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang
hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur nyenyak sehingga
AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk
engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat
mencampuri.
Dari satu tulang AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung
dan paru-paru dan mendukungnya, sebagaimana yang
harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini AKU membentukmu dengan sempurna
dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi
lembut dan mudah patah.
Engkau meyediakan perlindungan untuk organ paling
lembut dalam pria, hati dan jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,
paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.
Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum
ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.
Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi
tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi
alasnya
tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi
atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri
disebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikatKU yang sempurna.
Engkau adalah gadis kecilKU yang cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna,
dan mataKU terpuaskan ketika AKU melihat hatimu.
Matamu-jangan mengubahnya.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk.
Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau
tertidur.
AKU menggenggam hatimu dekat denganKU.
Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah
yang paling mirip dengan AKU.
Adam berjalan bersamaKU di hari yang dingin dan dia
kesepian.
Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuhKU.
Dia hanya dapat merasakanKU.
Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganKU,
AKU membentuknya di dalam kamu.
KekuatanKU, kemurnianKU, cintaKU, perlindunganKU,
dan dukunganKU.
Engkau adalah istimewa karena engkau adalah
perpanjangan tanganKU.
Pria melambangkan citraKU, wanita-perasaanKU.
Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati.
Jadi Pria, perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, karena ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakitiKU.
Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau
melakukannya kepadaKU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya
menghancurkan hatimu sendiri.
Wanita dukunglah pria.
Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan
perasaan yang telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta tunjukkan kepadanya bahwa engkau
adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.


{ Dapatkan Buku " RAHASIA DAHSYAT TERAPI OTAK"  Plus Bonus CD , klik link di bawah ini...}
Sumber : www.gelombangotak.com/Buku_RASAIA_DAHSYAT_TERAPI_OTAK.htm

Senin, 01 Agustus 2011

AGAR SI KECIL TENANG DITINGGAL PERGI

Keberanian si kecil menghadapi lingkungan saat ditinggal pergi oleh orang tua berkaitan dengan rasa percaya dirinya.
"Maaf banget ya, kemarin aku enggak jadi datang ke arisan. Si Triwik rewel banget. Enggak mau ditinggal!" ujar Dewi. Rika yang diajak bicara, menjawab dengan jengkel "Kuno ah. Itu melulu alasannya. Ini kan acara yang sudah lama direncanakan. Lagi pula Triwik sudah gede, sudah 2 tahun. Masak sih masih sulit ditinggal?" protesnya. Kasus yang menimpa Dewi sebenarnya kerap dialami ibu-ibu lain. Jangankan ditinggal pergi untuk urusan arisan, mau ditinggal ngantor yang merupakan rutinitas sehari-hari saja, susahnya minta ampun. Perlu dibujuk ini, dibujuk itu. Kalau bujukan tak mempan, ya ujung-ujungnya dia akan menangis meratapi kepergian sang bunda. Menurut psikolog Ima Sri Rahmani, Psi., anak rewel saat ditinggal pergi memang sering terjadi sampai-sampai orang tua, terutama ibu, sering kehabisan akal menghadapi ulahnya.
Soal akar penyebab, jelas Ima, tak lain karena pada usia batita tengah berkembang apa yang disebut sebagai faktor kepercayaan dan ketidakpercayaan terhadap lingkungan. Bila faktor kepercayaan yang tumbuh dengan baik maka anak akan bercitra positif terhadap lingkungannya. Artinya, dia akan berani menghadapi lingkungan, termasuk saat ditinggal oleh orang yang lekat dengannnya. Sebaliknya, bila faktor ketidakpercayaan yang dominan muncul, ia jadi anak yang tidak merasa aman pada lingkungannya. Alhasil, ya anak jadi sering rewel karena ia mudah waswas atau takut. Tak heran kalau ia akan menangis kala ditinggal pergi ibunya.

BERBAGAI PENYEBAB KETIDAKTENANGAN
Lalu apa penyebab konkret kerewelan anak saat ditinggal pergi orang tuanya? Psikolog dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta ini menjelaskan 4 penyebabnya, yakni:
* Kelekatan berlebih
Kelekatan dengan orang tua memang dibutuhkan karena akan membuat anak merasa ada yang melindungi. Tapi terlalu lekat pun tidak baik sebab akan memunculkan efek negatif, seperti anak jadi sulit ditinggal. Menurut Ima, biasanya kelekatan yang berlebihan dikarenakan beberapa faktor, seperti:
1) Anak terlalu sering menghabiskan waktu hanya berdua orang tua saja sehingga sulit menerima sosok lain. (2) Sikap orang tua yang terlalu melindungi atau selalu menemani anak ke mana-mana. (3) Anak tidak boleh bermain dengan siapa-siapa karena takut ikut-ikutan nakal, dan lainnya. Kalau sudah begini, anak bukannya tumbuh mandiri tapi malah tidak berani berada jauh dari orang tuanya.
* Terlalu dimanja
Bukan berarti memanjakan anak dilarang lo. Boleh-boleh saja selama tidak berlebihan. Kemanjaan berlebihan biasanya karena orang tua ingin menutupi kesalahan akibat sering meninggalkan anak karena kesibukannya. Padahal anak yang terlalu dimanja bisa menjadi tidak mandiri hingga dewasa.
* Rasa Takut
Rasa takut anak bisa muncul karena berbagai sebab. Yang sering terjadi namun tidak disadari karena anak selalu "dijahili" dengan dicubiti, umpamanya, oleh orang dewasa di sekitar. Meski sebenarnya tak ada maksud buruk di balik kejahilan tersebut tapi anak akan merasa ketakutan. Bukan apa-apa, cubitan bagi orang dewasa bisa saja cermin rasa gemas tapi bagi anak merupakan sumber rasa sakit. Tak heran kalau ia selalu ingin berlindung di bawah ketiak orang tuanya karena khawatir sewaktu-waktu si jahil; bisa om, tante, atau tetangga atau siapa pun, datang. Jika tidak ada orang tuanya di rumah maka akan muncul sikap rewelnya. Rasa takut juga bisa muncul jika dalam bereksplorasi anak banyak dilarang dan ditakuti dengan kalimat-kalimat seperti, "Jangan naik tangga, nanti kamu jatuh," atau "Jangan lompat-lompat nanti kepalamu terbentur."
* Pengalaman Traumatis
Ditinggal pergi diam-diam dapat membuat anak jadi trauma. Ia merasa orang tuanya bisa "lenyap" mendadak. Setelah dicari-cari tidak ketemu sangat mungkin sikap rewelnya akan muncul. Bila esoknya anak merasa akan ditinggal kembali, sekuat tenaga ia akan menahan orang tuanya, entah dengan menangis, tantrum, atau yang lainnya.
Pengalaman traumatis juga bisa datang karena anak mendapat perlakuan buruk dari orang lain saat orang tuanya tidak berada di rumah. Misalnya, sikap pengasuh yang kasar dan sering memarahi anak. Namun karena anak batita masih sulit mengungkapkannya dengan jelas, umumnya dia hanya menunjukkan sikap keengganan kala ditinggal orang tuanya.

CARA MENGATASI
Namun berbagai permasalahan tadi bukan tanpa solusi. Ima menyodorkan berbagai kiat yang dapat membuat si kecil bisa lebih tenang kala ditinggal di rumah bersama pengasuh atau keluarga lain. Berikut caranya:
* Komunikasi
Bila setiap hari ibu atau ayah harus meninggalkan anak di rumah untuk pergi ke kantor, umpamanya, cobalah mengomunikasikan hal ini. "Mama harus ke kantor untuk cari uang. Uangnya untuk beli susu dan mainan buat Adek. Jadi Adek di rumah sama Mbak, ya!" Komunikasi seperti ini selain dapat membuat anak mengerti tujuan orang tuanya bekerja, juga dapat membuat anak secara mental lebih siap kala ditinggal pergi orang tuanya. Dari situ, kepribadian positifnya bisa tumbuh; anak menjadi lebih percaya diri, tidak mudah takut, tidak mudah menangis, dan lainnya.
Tak hanya kepada anak, komunikasi juga penting dilakukan pada pengasuh atau orang lain yang menggantikan pengasuhan selama orang tua pergi. Misalnya dengan memberitahukan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan kala kita tidak berada di rumah. Hal ini penting diketahui pengasuh untuk mengantisipasi kalau-kalau si batita rewel.
* Tumbuhkan Keberanian
Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak tanpa jelas maksudnya. Misal, "Awas, kalau Adek enggak mau makan nanti hantunya datang. Hiiiii!" Ancaman ini akan memunculkan persepsi negatif anak terhadap lingkungannya. Tak mustahil ia akan mempercayai kalau hantu itu benar-benar ada sehingga selalu merasa ketakutan. Jangankan ketika orang tuanya pergi, meskipun orang tuanya ada di rumah pun ketakutan sering muncul.
Jadi alangkah baiknya jika orang tua mau menumbuhkan keberanian anak. Saat ada suara petir, contohnya, kita bisa katakan, "Itu suara petir, Adek enggak perlu takut karena kita kan di dalam rumah. Jadi aman!" Atau untuk mengatasi ketakutan anak akan gelap bisa dengan perkataan "Sekarang gelap karena sudah malam. Tuhan menciptakan gelap bukan supaya Adek takut tapi karena Adek diminta untuk bobok!"
* Pergi baik-baik
Ketenangan tumbuh dari peristiwa yang menyenangkan. Jadi jangan sekali-kali orang tua pergi dengan cara sembunyi-sembunyi atau berbohong. Hal ini malah akan membuat anak merasa tidak tenang karena sering dibohongi. Selanjutnya muncul kekecewaan yang akan memicu kerewelan anak saat orang tuanya tidak ada di rumah.
Sebaiknya, kepergian kita harus diketahui anak sambil memberikan berbagai penjelasan. Misalnya, "Ibu pergi kerja dulu ya buat cari uang untuk beli mainan susu Adek. Nanti siang Ibu telepon!" Dengan pendekatan seperti ini setidaknya membuat anak merasa lebih tenteram karena orang tuanya pergi demi kepentingannya juga.
* Alihkan perhatian
Bila agak sulit, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak dengan memberinya kegiatan, menggambar misalnya. Libatkan diri sebentar. Ketika perhatian si kecil sudah terfokus pada kegiatannya, barulah kita bisa pergi sambil mengatakan, "Sekarang Adek menggambar. Ibu mau pergi dulu sebentar." Pilihlah kegiatan yang pada saat itu benar-benar disukai anak dan hindari yang membuatnya cepat bosan karena tidak akan berhasil untuk mengalihkan perhatiannya.
Jika anak masih saja sulit ditinggal bahkan sikap tantrumnya semakin menjadi-jadi, Ima menyarankan orang tua memenuhi keinginan anak untuk tetap bersamanya. Tentu, sambil ia diberikan penjelasan. "Di usia ini anak sudah mulai bisa memahami kalimat-kalimat sederhana yang kita berikan. Berikan pengertian secara perlahan, sebagai persiapan untuk kepergian kita esok."
* Telepon
Saat jauh dari anak usahakan untuk menghubunginya lewat telepon. Cobalah untuk menanyakan kondisinya, apakah sudah makan, tidur, pipis, atau lainnya. Dengan mendengar suara orang tuanya lewat telepon, anak akan merasa bahwa mereka tidak berada jauh darinya dan tetap menyayanginya.
* Perhatikan kebutuhan anak
Sebelum meninggalkan anak, persiapkan segala kebutuhannya; mulai dari makanan kesukaan, mainan, pakaian, hingga alat-alat pendukung aktivitas lainnya. Jadikan pengasuh kepanjangan tangan orang tua dalam menyediakan berbagai kebutuhan anak. Jika segala keperluannya tersedia dengan baik, anak jadi merasa nyaman. "Untuk itu, kita harus memberikan jadwal day to day, kapan harus makan, tidur, main, dan lain-lain, kepada pengasuh sehingga kebutuhan anak akan cepat tercukupi," jelas Ima.

DIMULAI SEJAK BAYI

Kepercayaan anak pada lingkungannya harus dimulai sejak ia masih bayi sehingga saat tumbuh besar, anak akan menjadi sosok yang percaya diri, termasuk tidak rewel kala ditinggal pergi oleh orang-orang yang lekat dengannya. "Di masa bayi berbagai persiapan harus dilakukan oleh ibu maupun ayah agar anak sudah punya modal untuk menghadapi kemandiriannya kelak," tandas Ima.
* Ibu
Rasa percaya diri anak terhadap lingkungan dimulai dari kasih sayang ibu. Kepercayaan awal anak diperoleh sejak dari dalam kandungan maupun saat menyusu ASI. Namun ibu perlu menyadari kalau anak juga harus mengenal sosok selain dirinya seperti ayah, kakek, nenek, om atau tante, juga pengasuhnya. Bila sejak bayi anak sudah dikenalkan dengan berbagai sosok tersebut, keberaniannya menghadapi lingkungannya lebih mudah dibangun. Oleh karena itulah kebanyakan anak yang hidup di lingkungan keluarga yang cukup besar lebih mudah untuk ditinggal di rumah.
* Ayah
Sebuah penelitian mengungkap ayah yang banyak berinteraksi dengan anaknya akan membuat si anak lebih berani menghadapi orang asing. Lantaran itu, diharapkan sejak usia bayi, ayah sudah menjalin kelekatan dengan si kecil. Mulai melakukan peran sebagai ibu, seperti membuatkan susu, menggantikan pakaian, memandikan, sampai bermain dengan anak. Dengan adanya interaksi, anak menjadi lekat dengan sang ayah. Dalam perkembangannya anak menjadi tak mudah takut pada orang asing dan tak terlalu lengket pada ibu karena anak sudah mengenal dua sosok yang berbeda.
***Irfan Hasuki. Foto: Dok. nakita

{ dapatkan CD terapi gelombang otak untuk membuka dan memperkuat aura anda, klik link di bawah ini.......} 
Sumber : www.gelombangotak.com/membuka_aura.htm

Jumat, 22 Juli 2011

Cintailah Cinta

Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.


Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.

Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.

Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.

Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.

Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.

Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur- kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan… sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.

Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan, dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang- orang disekeliling kita tersenyum bahagia. Ketika kita menanggalkan hidup maka, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia… sementara orang disekeliling kita menangis.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk menarik cinta lawan jenis , klik link di bawah ini........}
Sumber : www.gelombangotak.com/Menarik lawan jenis.htm

Perhatian

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dg tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus.Dg tangannya yg lain dia meraba posisi di mana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yg kosong dg tangannya. Setelah yakin bangku yg dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya diatas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna.Dia adalah wanita yg penuh dg ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun dilinkungannya.

Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yg selama ini dicita-citakan. Merasa tak berguna dan tak ada seorangpun yg sanggup menolongnya selalu membisiki hatinya. “Bagaimana ini bisa terjadi padaku?” dia menangis.
Hatinya protes,diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi, tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdoa dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali. Di antara frustrasi,depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yg begitu penyayang dan setia, Burhan.

Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yg bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dg seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam ke dalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaray diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta. Burhan tahu, ini adalah perjuangan yg tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yg tidak sedikit
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dg terhormat. Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dg harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan. Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yg akan melindunginya ketika sendirian? Begitulah yg berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa.

Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yg sedang frustasi dg sabar. Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, di mana Yasmin musti belajar huruf Braile. Dg sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yg dituju. Dg susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dg seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yg harus dijalaninya. Dg hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul dg musibah yg dialaminya.

Seperti yg diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan.”Saya buta, tak bisa melihat!” teriak Yasmin. “Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan saya.” Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yg musti dilakukan. Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yg mandiri.

Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah dua minggu,Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dg tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada. Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dg tenang Burhan pergi ke tempat dinas.

tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yg harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yg dulu, sebelum buta,tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yg tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yg dulu, yg tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar.

Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dg mengendarai bus kotasendirian. Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata, “saya sungguh iri padamu”. Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya. “Anda bicara pada saya?”
” Ya”, jawab sopir bus. “Saya benar-benar iri padamu”. Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yg berjalan terseok-seok dg tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri?
“Apa maksud anda?” Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.
“Kamu tahu,” jawab sopir bus, “Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dg seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan. Dia memperhatikanmu dg harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yg memperhatikan dan melindungimu”.

Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tsb, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yg lebih berharga dari penglihatan. Sebuah pemberian yg tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yg membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk anak autis, klik link di bawah ini.....}
Sumber : www.gelombangotak.com/terapi_anak_autis.htm