Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

BELAJAR MENGENAL IDENTITAS

"Adek, siapa namanya?" "Caca." "Rumah Adek di mana?" "Binta(r)o." "Papanya siapa?" "...."
Bangga, kan, kalu si kecil bisa menjelaskan identitas dirinya? Dari namanya sampai di mana rumahnya. Bagi si kecil sendiri, rasa percaya dirinya bakal bertambah saat ia mampu menjelaskan identitasnya. Kelak, ia pun akan lebih mudah bersosialisasi. Disamping itu, dengan mengetahui identitasnya, ia pun akan merasa bangga bahwa dirinya sama dengan teman-teman yang lain. Sama-sama memiliki ayah, ibu, kakak atau adik, sekaligus juga menimbulkan rasa aman dalam dirinya, karena batita umumnya tak ingin berbeda dari teman-temannya. Pemahamannya tentang anggota keluarga, tentunya juga dapat menumbuhkan ikatan emosional dengan keluarga.
 
Bukan cuma itu. Anak usia batita memiliki rasa ingin tahu yang besar. Nah, dengan kita mengenalkan identitasnya, rasa ingin tahu anak tentang keluarganya cukup terpenuhi. Tak kalah penting, pengenalan identitas diri bermanfaat untuk keselamatan anak. Mungkin saja, saat bepergian ke tempat umum, si kecil terlepas dari genggaman ayah atau ibu. Nah, bila anak telah mengenal identitasnya, ini akan lebih memudahkan bagi orang yang menemukannya untuk mencari orang tuanya.

Waktu yang paling tepat untuk mengenalkan identitas adalah ketika anak sudah lancar berbicara dan memahami percakapan. Dengan harapan tak
terjadi kesalahpahaman saat ditanya. Biasanya memasuki usia batita akhir, kira-kira 2 atau 3 tahun, anak sudah memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Bahkan bisa lebih cepat lagi bila anak memiliki kemampuan berbahasa lebih awal.
Nah, coba perhatikan, apakah si kecil sudah siap untuk belajar mengenal identitasnya? Bila ya, segeralah mulai. Tetapi sebelumnya, mari simak panduan di samping ini!
 
PANDUAN MENGENALKAN IDENTITAS
* Kenalkan identitas wajib
Identitas yang wajib dikenalkan kepada anak adalah nama dirinya, nama orang tua, alamat rumah dan taman bermainnya (kalau ada).
* Lakukan secara bertahap
Untuk tahap awal, yang diperkenalkan adalah nama panggilan, bukan nama lengkap baik untuk dirinya sendiri maupun orang tua. Begitu pula dengan alamat rumah.
Jangan buru-buru memperkenalkan anak dengan nama dan alamat lengkap berikut nomor teleponnya. Daya ingat si batita masih terbatas dan kemampuannya dalam menghafal angka juga umumnya belum terlalu baik.
Setelah perkembangan kognitifnya bertambah dan kemampuan berbahasanya semakin baik, barulah pengenalan identitas dapat ditingkatkan. Mulailah dengan pengenalan nama lengkapnya, nama lengkap orang tua dan alamat lengkap rumah.
Pengenalan identitas sangat berhubungan dengan kemampuan berbahasa atau penguasaan dan pemahaman kosakata. Semakin bagus kemampuan berbahasa dan penguasaan kosakatanya, maka anak akan lebih mampu mengungkapkan identitasnya.
* Jangan bosan mengulang-ulang
Karena daya ingat di usia batita masih terbatas, maka pengulangan menjadi penting. Pilihlah waktu yang santai, saat si batita sedang tidak rewel. Bila perlu, lakukan sambil bermain atau ciptakan lagu khusus yang
mampu menampung nama-nama sederhana yang mudah diingat. "Pengenalan melalui lagu bisa menjadi cara yang efektif karena anak batita tengah memasuki tahapan perkembangan meniru. Lagu umumnya lebih mudah ditiru dan diikuti. Jadi, jangan bosan untuk mengulang-ulang.
* Harus ekstrasabar
Tak usah menyalahkan jika si batita keliru atau belum jelas menyebut identitasnya. Rasa bersalah bisa berdampak ia jadi takut mencoba lagi. Kesalahan bakal sering terjadi lantaran daya ingatnya yang terbatas dan organ bicaranya belum terlalu sempurna. Umumnya, anak batita pada tahap awal hanya mampu mengucapkan kalimat pendek yang terdiri atas 3 sampai 4 kata.
* Berikan dukungan
Bila anak merasa didukung, maka ia akan dengan senang hati memperbaiki kesalahannya. Respons yang baik dari lingkungan juga akan membuat anak merasa nyaman dalam belajar mengenal identitasnya. Hal ini memudahkan anak dalam memahami materi yang diberikan.
Kadang muncul perasaan waswas pada orang tua bila mengenalkan identitas yang lengkap pada buah hatinya. Apalagi si batita belum mampu membedakan antara orang yang berniat baik atau jahat. Walau begitu, orang tua tak perlu merasa takut. Yang penting, berikan kepastian kepada si batita tentang siapa saja yang boleh diberi tahu mengenai identitasnya, yaitu kerabat, kenalan orang tua, dan petugas berseragam seperti satpam atau polisi. Sampaikan dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami oleh anak.
***Utami Sri Rahayu. Ilustrator: Pugoeh

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk kecerdasan, konsentrasi, daya ingat & kreativitas , klik link di bawah ini....}
Sumber : www.gelombangotak.com/kecerdasan_daya_ingat.htm

Belajar Menentukan Pilihan

Hidup terdiri atas rangkaian pilihan. Tak heran jika seseorang yang trampil membuat pilihan, cenderung “selamat” menjalani kehidupannya. Memilih adalah ketrampilan yang dapat diajarkan pada anak sejak dini. Ketrampilan ini berhubungan dengan perkembangan kognitif anak yang diasah melalui pengalaman. Sebagai orang tua, kita wajib membimbing mereka untuk mahir menentukan pilihan. Apakah yang dapat dilakukan untuk membantu si kecil?
  • Menciptakan kesempatan
    Kita dapat membuka peluang yang memungkinkan si kecil memilih sesuai kemampuannya di usia tertentu.
    Kemudian berikan kesempatan bagi anak untuk memahami proses pemilihan itu.
  • Mengenalkan konsekuensi pilihan
    Setelah anak mahir menentukan pilihan, lanjutkan proses belajar ini dengan memperkenalkan konsekuensi yang diakibatkan oleh pilihannya itu. Langkah ini sesungguhnya tidak mudah, karena orang tua cenderung melindungi anak.
  • Beri penjelasan
    Penjelasan yang memadai merupakan bekal informasi saat anak menjalani pilihannya.
  • Beri kepercayan
    Salah satu konsekuensi yang harus dijalani orang tua ketika mengajarkan ketrampilan memilih, adalah memercayai kemampuan baru anaknya. Tak perlu cemas berlebihan bahwa anak akan “celaka” akibat salah memilih. Jika kejadiannya demikian, percayalah bahwa dari sebuah kesalahan pun, anak akan mendapatkan pelajaran yang berharga.

Keseluruhan proses belajar ini, jika dilakukan terus menerus, akan membantu anak melatih kemampuan memilihnya secara obyektif. Dampaknya adalah anak terlatih menyaring informasi berdasarkan logika dan nalurinya.


{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk Mencapai tingkatan tertinggi dalam meditasi, kesadaran, kejernihan dan kebijakan,Membuat perjalanan mimpi Anda lebih nyata dan terorganisir, klik link di bawah ini....}
Sumber : www.gelombangotak.com/lucid_dream_raga_sukma.htm