KERAMAS
* Ciptakan selalu suasana gembira di saat memandikan dan mengeramasi si kecil. Lontarkan kata-kata yang menyenangkan, atau bernyanyilah untuknya. * Gunakanlah sampo khusus anak yang umumnya berformula ringan, beraroma segar, dan tidak pedih di mata. Biarkan ia mandi sambil asyik mencuci rambutnya dengan busa melimpah.
* Gunakan cermin di kamar mandi untuk memperlihatkan "kehebohan" penampilannya dengan busa di kepala.
* Biarkan anak belajar mencuci rambutnya sendiri. Orang tua tinggal menyempurnakan hasil kerja si kecil dengan membilasnya secara lembut sampai bersih agar tidak ada sisa-sisa sampo tertinggal.
* Gunakan sampo secukupnya dan usapkan merata secara lembut ke rambut anak. Meski diiklankan sampo tersebut tidak pedih di mata, orang tua tetap harus menjaga agar jangan sampai mengenai matanya.
* Kalau si kecil mau, gunakan topi khusus untuk keramas yang bolong di bagian tengahnya.
* Jika rambut si kecil tergolong gampang kusut, kondisioner boleh-boleh saja digunakan, asalkan cocok.
* Keringkan dengan handuk lembut untuk menyerap tetesan air dan biarkan kering dengan sendirinya.
POTONG RAMBUT
MENURUT Fitriani F. Syahrul, M.Psi., dari Yayasan Pendidikan Insan Kamil, ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat memotong rambut anak.
* Untuk mencairkan suasana, orang tua bisa mengundang teman-teman sebaya anak dan biarkan mereka menemaninya. Bisa juga orang tua mengalihkan perhatian anak dengan menceritakan kisah menarik selama rambutnya dipotong.
* Pilih alat yang praktis sekaligus aman. Semisal alat cukur yang menggunakan tenaga baterai dan dilengkapi sisir pengaman sekaligus pembatas panjang rambut. Alat ini biasa dipakai di tempat cukur atau salon. Pahami bila si kecil terlihat ketakutan. Maklum, dia belum paham seluk-beluk perkakas potong rambut yang mungkin dinilainya cukup menyeramkan. Belum lagi dengungan suara mesinnya. Untuk mengurangi ketakutan si kecil, sampaikan penjelasan sederhana mengenai cara kerja alat tersebut. Bila belum cukup, beri contoh konkret, semisal mengajak anak melihat rambut ayah atau sepupunya dipangkas.
* Bila memungkinkan, undanglah tukang cukur/ahli potong rambut ke rumah. Di tempat yang tidak asing umumnya anak bisa lebih tenang dan nyaman, sehingga proses cukur bisa berjalan lebih lancar.
* Di berbagai mal, kini sudah menjamur salon khusus bagi konsumen cilik lengkap dengan segala fasilitas yang pasti membuat si kecil betah. Nah, mengapa tidak memanfaatkannya?
* Hindari memotong rambut anak saat ia sedang bermain. Pemaksaan seperti ini hanya akan membuat acara gunting rambut jadi kacau, sekaligus memicu penolakan dalam diri anak. Jangan heran kalau di lain waktu anak tak mau lagi dipotong rambutnya. Jadi, carilah waktu senggang saat anak nyaman dan siap.
* Jangan pula memotong rambutnya saat dalam keadaan lapar atau lelah yang akan berujung pada kerewelan. Biarkan anak beristirahat dulu atau menikmati makanannya.
* Satu hal penting, jangan pernah coba-coba memotong rambut anak saat ia sedang lelap tidur. Cara itu memang dianggap efektif oleh para orang tua yang merasa kewalahan menghadapi anaknya. Namun, orang tua harus mencermati dampak buruknya. Selain anak akan kaget atau malah syok menyaksikan perubahan potongan rambutnya, tindakan ini pun akan menimbulkan antipati dalam diri anak. Ia merasa dikhianati oleh orang tuanya karena sesuatu yang berharga yang mungkin amat disayangi dari dirinya telah dirampas. Lain hal jika sebelumnya orang tua sudah memberitahukan rencana potong rambut saat tidur, "Nak, supaya gampang boleh ya nanti Bunda potong rambutmu waktu kamu tidur."
* Gunting dan rapikan rambut si kecil minimal 2 bulan sekali agar lebih terawat. Terutama bagian depan bila sudah mulai menutupi mata.
* Jika gaya rambutnya menggunakan belahan, ada baiknya selang beberapa hari sekali pindahkan belahan ini agar terhindar dari penipisan rambut di bagian belahan tersebut.
* Saat mengepang atau mengekor kuda, jangan mengikat rambutnya keras-keras karena dapat membuat rambut rontok. Jangan gunakan karet gelang, tapi pilih pengikat elastis berlapis kain.
SISIRAN
* Anak usia ini merasa serbamampu melakukan segala sesuatu sendiri. Sifat otonom ini membuat anak sulit diatur, meski sebenarnya memiliki dampak positif, yakni memacu kemandirian. Manfaatkan situasi ini dengan membiasakannya menyisir rambut sendiri, sementara orang tua tinggal mengarahkannya.
* Jangan pelit memberi pujian. Setidaknya sampaikan bahwa Anda bangga melihatnya sudah bisa menyisir sendiri dengan baik sambil ikut merapikan bagian yang kurang rapi.
* Kalau anak tak mau disisiri, bisa jadi karena dia pernah punya pengalaman kurang menyenangkan dengan aktivitas ini. Semisal orang tua pernah kelewat memaksanya sementara si anak sedang asyik dengan hal lain. Egonya yang tengah berkembang pesat di usia ini akan memancingnya untuk berontak. Ia sudah bisa membedakan mana perintah yang nyaman dan mana yang tidak. Atasi dengan perilaku lembut dari orang tua dan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kerapian.
* Menyisirinya dengan kasar tentu akan membuat anak kesakitan dan menganggap aktivitas menyisir rambut sehabis mandi identik dengan penyiksaan. Tak heran kalau anak sulit disisiri, seperti malah berlari menghindar atau tak bisa diam. Ia lebih suka berpenampilan kusut ketimbang disisiri.
* Jangan menyisir rambut anak selagi dalam keadaan basah yang membuatnya gampang rontok disamping membuat si kecil kesakitan.
* Agar mudah dan tak membuat anak kesakitan, pilih sisir bergigi lebar. Biarkan ia menghadap ke cermin sehingga tahu persis bagaimana sisir bekerja merapikan rambutnya. Ajak anak untuk menyaksikan perubahan yang terjadi, dari yang kusut dan tak rapi menjadi rapi hingga terlihat segar dan menarik.
* Mulailah menyisiri rambut yang kusut dari bagian ujung kemudian sedikit demi sedikit bergerak ke atas. Gunakan salah satu tangan untuk menahan/memegang rambut bagian atas guna mengurangi rasa nyeri dan rontok.
* Ingat, anak butuh model identifikasi dalam proses belajarnya. Demikian pula dalam kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapian rambut. Orang tua harus bisa memainkan peran sebagai sosok identifikasi yang baik bagi si Buyung maupun si Upik.
KETOMBEAN
* Ketombe, sebetulnya tak cuma dialami kalangan dewasa, tapi juga anak-anak. Ketombe merupakan pengelupasan kulit kepala. Meskipun tidak berbahaya, ketombe bisa mengganggu aktivitas anak karena serangan rasa gatalnya. Semakin digaruk, rasa gatal akan kian melebar dan mungkin saja timbul infeksi. Belum lagi keluhan rambut rontok.
* Selain keluhan gatal, akan terjadi pengelupasan lapisan kulit kepala dalam bentuk serpihan-serpihan yang akan berjatuhan ke bahu bagai butiran salju.
* Untuk mengatasinya, gunakan sampo antiketombe yang mengandung selenium sulfid atau zinc pirithione. Namun karena sifat zat ini relatif keras, sebaiknya kosultasikan dulu pada dokter jika ingin menggunakannya untuk si kecil.
* Jagalah senantiasa kebersihan rambut. Kapan harus keramas, sesuaikan dengan jenis dan intensitas aktivitas si kecil. Kalau ia banyak main di luar dan banyak mengeluarkan keringat, boleh saja keramasi setiap hari. Toh di pasaran banyak tersedia sampo lembut yang memang diformulasikan untuk penggunaan setiap hari.
***Saeful Imam/dari berbagai sumber. Foto: Iman/nakita{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk menambah nafsu makan anak2 & dewasa , klik link di bawah ini.....}
Sumber : www.gelombangotak.com/menambah_nafsu_makan_anak.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar